Babinsa Plososari Turun Sawah, Danramil Puri: Ini Langkah Nyata Jaga Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Majalahglobal.com, Mojokerto – Mentari baru naik, embun masih menempel di pucuk padi. Di tengah petak sawah Dusun Geger, Desa Plososari, Kecamatan Puri, seorang Babinsa Koramil 0815/04 Puri sudah lebih dulu menggulung celana. Bukan untuk apel pagi, tapi untuk turun langsung ke lumpur bersama petani.

 

 

Itulah Serda Gufron, Babinsa Plososari. Rabu 3/6/2026 ia mendampingi Kelompok Tani Sumber Tani 2 melakukan pemupukan di lahan seluas 1,5 hektare. Ia tak sekadar berdiri di pematang. Serda Gufron ikut mencampur pupuk, ikut menebar, dan memastikan nutrisi tanaman masuk tepat waktu.

 

Pemandangan sederhana itu bagian dari komitmen Kodim 0815/Mojokerto menjaga produktivitas pertanian. Lewat Koramil 0815/04 Puri, TNI AD hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tapi juga pendamping warga di sawah.

 

*Dari Pengolahan Lahan Sampai Panen, Babinsa Selalu Ada*

 

Danramil 0815/04 Puri Kapten Inf Jumaryanto menjelaskan, pendampingan Babinsa bukan formalitas pengawasan. “Babinsa kami di lapangan memberikan motivasi sekaligus mendampingi petani di setiap tahapan budidaya. Mulai dari pengolahan lahan, tanam, sampai perawatan seperti pemupukan ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (3/6/2026).

 

Menurutnya, pemupukan yang tepat waktu dan dosisnya pas sangat menentukan pertumbuhan padi. “Kalau telat sehari, hasilnya bisa beda kuintal. Karena itu Babinsa kami dorong aktif, turun langsung ke sawah, bukan hanya dari atas meja,” tegas Kapten Jumaryanto.

 

Ia menyebut Desa Plososari jadi salah satu fokus karena mayoritas warganya menggantungkan hidup dari pertanian. Dengan lahan 1,5 hektare Poktan Sumber Tani 2 yang dipupuk kali ini, diharapkan malai padi bisa lebih berisi dan bobot gabah naik saat panen.

 

*Sinergi Kunci Ketahanan Pangan*

 

Kapten Jumaryanto menegaskan, ketahanan pangan tidak bisa dikerjakan satu pihak. “Keberhasilan sektor pertanian ditentukan sinergi petani, pemerintah desa, penyuluh, dan aparat kewilayahan. Babinsa posisinya sebagai jembatan. Ada kendala pupuk, irigasi, atau hama, Babinsa yang pertama tahu dan pertama lapor,” jelasnya.

 

Pendampingan seperti di Plososari juga punya efek lain: mempererat hubungan TNI dengan rakyat. “Warga jadi tidak sungkan curhat. Kalau hubungan batin kuat, program swasembada pangan nasional lebih mudah jalan di bawah,” katanya.

 

Bagi para petani Sumber Tani 2, kehadiran Serda Gufron memberi tenaga baru. Mereka tak merasa berjuang sendiri menghadapi cuaca, harga pupuk, dan fluktuasi pasar. Ada seragam loreng yang ikut kotor lumpur, ikut menebar pupuk, ikut menghitung hari panen.

 

*Targetnya: Panen Melimpah, Petani Sejahtera*

 

Dengan pendampingan berkesinambungan, Koramil 0815/04 Puri menargetkan tanaman padi di Plososari tumbuh optimal. Malai panjang, bulir berisi, dan hasil panen melimpah.

 

“Kalau panen bagus, stok pangan daerah aman, harga di pasar stabil, dan yang paling penting kesejahteraan petani di Kabupaten Mojokerto naik,” pungkas Kapten Jumaryanto.

 

Di pematang sawah Dusun Geger, lumpur masih membekas di kaki Serda Gufron. Tapi senyum petani Sumber Tani 2 yang melihat padi mereka tumbuh hijau, mungkin itu bayaran paling nyata dari tugas seorang Babinsa. (Jay/Adv)

Exit mobile version