MOJOKERTO – Pagi itu di Dusun Pekuwon, Desa Pekuwon, Kecamatan Bangsal, suasana berbeda terasa. Sebelum palu dan alat konstruksi mulai bergerak, deretan personel TNI dari Kodim 0815/Mojokerto sudah lebih dulu berdiri berdampingan dengan warga dan pekerja.
Mereka mengikuti apel pagi di lokasi pembangunan Jembatan Garuda Tahap V. Agenda sederhana ini menjadi rutinitas wajib sebelum pekerjaan dimulai.
Apel bukan hanya formalitas. Di sini dilakukan penyamaan persepsi, pembagian tugas harian, hingga pengingat tentang keselamatan kerja dan target yang harus dicapai hari itu.
“Suasananya penuh keakraban. TNI dan masyarakat berdiri satu barisan. Tidak ada sekat,” ujar salah satu warga yang ikut dalam pembangunan.
*Sarana Komunikasi dan Penguatan Semangat*
Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono menjelaskan, apel pagi menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan pembangunan di lapangan.
“Melalui apel pagi, seluruh personel dan masyarakat yang terlibat mendapat arahan yang sama. Mulai dari pembagian tugas, target pekerjaan, sampai aspek keselamatan kerja. Dengan komunikasi yang baik, pekerjaan jadi lebih efektif, tertib, dan risiko kesalahan bisa diminimalkan,” ujarnya.
Bagi Kapten Budiyono, apel pagi juga jadi momentum memperkuat semangat gotong royong. TNI hadir sebagai penggerak, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama yang mewujudkan pembangunan.
*Membangun Jembatan Sekaligus Kebersamaan*
Jembatan Garuda Tahap V sendiri saat ini memasuki fase konstruksi utama dengan pemasangan gelagar baja. Namun yang dibangun Kodim 0815 tidak hanya struktur fisik sepanjang 14,4 meter itu.
“Keterlibatan masyarakat sejak awal ini bukti bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan hanya membangun sarana penghubung. Tapi juga membangun semangat kebersamaan antara TNI dan warga,” tambah Kapten Budiyono.
Ia menegaskan, keberhasilan proyek ini adalah hasil sinergi semua pihak. Kolaborasi yang dimulai sejak apel pagi inilah yang menjadi energi positif agar target pembangunan bisa tercapai tepat waktu dan sesuai standar.
Dengan semangat “Satu Komando, Satu Semangat”, pembangunan jembatan diharapkan segera rampung. Kehadirannya nanti akan meningkatkan konektivitas, memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial warga di wilayah Kabupaten Mojokerto. (Jay)
