Kepala Desa Galala Kifly B Pangau, Berikan Klarifikasi Terkait Ijazahnya Yang Menuai Kontroversial

Kepala Desa Galala Kifly B Pangau, Berikan Klarifikasi Terkait Ijazahnya Yang Menuai Kontroversial
Kepala Desa Galala Kifly B Pangau, Berikan Klarifikasi Terkait Ijazahnya Yang Menuai Kontroversial

Halmahera Selatan, majalah global.com – Terkait tuduhan ijazah Kepala Desa (Kades) Galala Kifly B Pangau, yang marak diperbincangkan dan menjadi perdebatan di khalayak publik, hari ini Kades Galala Kifly B Pangau mengklarifikasikan kepada awak media majalah global.com, bahwa soal ijazah, “Saya lulus di sekolah dasar (SD) Ipres Galala, kemudian saya masuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) Bintang Laut Labuha,” paparnya, Sabtu (12/08/2023).

Kepala Desa Galala Kifly B Pangau, Berikan Klarifikasi Terkait Ijazahnya Yang Menuai Kontroversial
Kepala Desa Galala Kifly B Pangau, Berikan Klarifikasi Terkait Ijazahnya Yang Menuai Kontroversial

“Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu dibawah naungan yayasan SMPN 1 Halmahera Selatan, dan pada saat itu ada 60 siswa ujian, dan tahun kelulusan pada tahun 1994 – 1995, dan saya melanjutkan di SMAN 2 Kota Ternate. Tetapi berkas hilang karena kerusuhan pada tahun 2000,” imbuhnya.

Kades Galala Kifly B Pangau juga menjelaskan, “Sebelum saya ikut pertarungan PilKades, sudah saya siapkan semua, dan bukti-bukti soal ijasah /Surat Keterangan dijamin oleh aturan, dan saya juga berkonsentrasi kepada Kabak Hukum terkait Ijasah – Surat Keterangan,” paparnya.

Baca Juga :  Sukseskan Pemilu 2024, KPUD dan Harita Nickel Buka TPS Khusus Karyawan di Pulau Obi Halsel

Kepala Desa juga membuktikan secara fisik diantaranya Surat Pernyataan (SP), Surat Keterangan (SK), Surat Kehilangan (SK) dari pihak Kepolisian dan didalam surat pernyataan ada empat saksi diantaranya, Mariana Mencari, Agnes Nicolas, Rio Theis, Kepala Sekolah SMP N 1 Hal-Sel YULIANTI, S. Pd.

Dalam keterangannya Kepala Desa Galala Kifly B Pangau, juga mendatangi Dinas Pendidikan Provinsi namun di kembalikan kepada Daerah, karena sudah masuk kawasan Otonomi Daerah, jadi Kembali di wilayah masing-masing.

“Saya sudah meminta penjelasan kepada Dinas soal data Dapodik saya, tetapi tahun kelulusan 1994 keatas sudah tidak ada lagi, hanya tahun kelulusan 1994 kebawah sampai tahun 2023 itu ada saya juga sudah membuktikan semua saya ikuti Prosedur sehingga saja siap bertarung waktu itu jadi saya juga patuhi aturan yang berlaku,” tutupnya Kades Galala Kifly B Pangau kepada media ini. (Sahrul// Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *