PGE Gandeng Akademisi Independen Universitas Lampung
Lakukan Kajian Ilmiah Aktivitas Gempa di Ulubelu
Ulubelu, majalahglobal.com – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area
Ulubelu menggandeng akademisi independen dari Universitas Lampung (UNILA) untuk
melakukan kajian ilmiah terkait aktivitas gempa mikro yang belakangan semakin sering
dirasakan oleh masyarakat di wilayah Ulubelu dan sekitarnya,pada juni 2026.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen PGE dalam mendukung upaya mitigasi risiko
kebencanaan melalui pendekatan berbasis sains serta memperkuat pemahaman terhadap
karakteristik geologi di wilayah Kabupaten Tanggamus yang dikenal memiliki kondisi
tektonik dan vulkanik yang kompleks.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tim akademisi Universitas Lampung
ke wilayah operasional PGE Area Ulubelu pada bulan May 2026 lalu. Dalam kesempatan
tersebut, para peneliti memaparkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal
internasional mengenai kondisi geologi regional dan aktivitas seismik di kawasan Ulubelu,Rabu (10/6/2026.
Sebagai bagian dari kajian yang akan dilakukan, tim akademisi UNILA akan memetakan,
menganalisis, dan memantau aktivitas seismik di wilayah Ulubelu menggunakan metode
ilmiah dan peralatan khusus yang mampu mendeteksi pergerakan struktur bawah
permukaan bumi secara lebih detail. Kajian ini diharapkan dapat menghasilkan data yang
komprehensif mengenai karakteristik serta sumber aktivitas kegempaan yang terjadi di
wilayah tersebut.
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Ahmad Zaenudin, MT
menjelaskan bahwa fenomena kegempaan di Ulubelu perlu diteliti secara menyeluruh
dengan mempertimbangkan berbagai aspek geologi regional yang mempengaruhi dinamika
bawah permukaan.
“Untuk memahami secara komprehensif fenomena gempa yang terjadi di wilayah Ulubelu
diperlukan penelitian mendalam dengan menggunakan metode ilmiah yang mampu
mendeteksi aktivitas pergerakan struktur bawah permukaan bumi. Kajian ini penting untuk
memperoleh data dan informasi yang akurat mengenai sumber serta karakteristik aktivitas gempa yang terjadi” ujar Prof. Ahmad.
Ia menambahkan bahwa penelitian tersebut juga perlu mempertimbangkan sejarah geologi
kawasan, termasuk pengaruh jangka panjang dari Gempa Liwa tahun 1994 yang hingga kini
masih menjadi salah satu referensi penting dalam studi kegempaan di wilayah Lampung
bagian barat.
Sementara itu, General Manager PT PGE Tbk Area Ulubelu, Edy Sudarmadi, menegaskan
bahwa perusahaan mendukung penuh pelaksanaan penelitian independen tersebut
sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat dan seluruh pemangku
kepentingan.
“PGE berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan kajian ilmiah yang objektif, independen,
dan transparan. Melalui penelitian ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh
informasi yang jelas, terukur, dan berbasis data mengenai aktivitas kegempaan yang terjadi
sehingga dapat mendukung upaya mitigasi risiko bencana di masa mendatang,” kata Edy.
Menurutnya kajian ini juga merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus
meningkatkan aspek keselamatan operasional serta memastikan setiap langkah
pengelolaan sumber daya panas bumi dilakukan berdasarkan prinsip kehati-hatian dan
pemahaman ilmiah yang kuat.
PGE Area Ulubelu meyakini bahwa kolaborasi antara dunia industri, akademisi, pemerintah,
dan masyarakat merupakan langkah penting dalam meningkatkan pemahaman terhadap
fenomena alam sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana
geologi. Hasil penelitian yang dilakukan nantinya diharapkan dapat memberikan
rekomendasi ilmiah yang bermanfaat bagi seluruh pihak dalam mendukung keselamatan
dan keamanan masyarakat di wilayah Ulubelu dan sekitarnya.
Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power &
New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi,
dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas
terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE
dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama.
Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia,
dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.
Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan
pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda
dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memilik kredensial ESG yang sangat baik dengan 18 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2025 dalam
penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian
Lingkungan Hidup Peringkat & Keterlibatan ESG.
Oleh: Andi Raya
081272255678










