Ketua Adat Dan Ketua Panitia Mesjid Keluhkan Terkait Tambang Mas di Desa Kusubibi

Halmahera Selatan, majalah global.com – Tambang Emas yang terletak di Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, merupakan tambang emas ilegal, akan tetapi menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat Desa setempat dan sekitarnya.

Ketua Adat Dan Ketua Panitia Mesjid Keluhkan Terkait Tambang Mas di Desa Kusubibi
Ketua Adat Dan Ketua Panitia Mesjid Keluhkan Terkait Tambang Mas di Desa Kusubibi

Sebagaimana dikeluhkan Ketua Adat Kusubibi Hi. Songko Pit pada Media Majalahglobal.com, menyampaikan bahwa kami hanya berharap yambang di Desa Kusubibi yang kami kelola selama ini sejak tahun 2020 lalu sampai kini memasuki tahun 2023 hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup,” ungkapnya, Senin (07/08/2023).

“Dari pendapatan hasil tambang bisa kami gunakan untuk pembangunan masjid dan juga bisa menyekolahkan anak-anak kami hingga perguruan tinggi,” imbuh Hi. Songko.

Baca Juga :  Oknum Preman Pegawai Lapas Labuha Di Halsel Lulusan AKIP Kembali Peras Warga Binaan

Ketua panitia masjid di Desa Kusubibi juga menambahkan, “Selain untuk pembangunan masjid hasil tambang yang didapatkan bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” terangnya.

Belum juga dari hasil Tambang yang dikelola para penambang saat ini, hasilnya sudah pasti di setor kesana kemari ke pihak-pihak tertentu yang tidak pernah ikut bertambang, sebab jika tidak diberikan atau tidak disetor maka sudah pasti berbagai penekanan yang menakut-nakuti untuk memproses hukum dan tambang bakal ditutup,” ungkap Hi. Malang.

Untuk itu, kami masyarakat Desa Kusubibi berharapkan agar pemerintah sekiranya dapat memberikan solusi yang terbaik untuk melegalkan Tambang Desa Kusubibi sehingga anak-anak kami dapat bersekolah dan kedua bangunan Mesjid Desa Kusubibi yang belum selesai dapat kami selesaikan,” tutupnya.

Baca Juga :  Tim Pemenangan Yoner Moneri Telah Melakukan Kecurangan Yang Licik

(Sulfi/Yasin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *