BATANG HARI – Lapangan Stadion Bukit Baling, Kelurahan Simpang Sungai Rengas, Kecamatan Maro Sebo Ulu, mendadak ramai sore itu. Bukan hanya karena laga Kareta Senja Cup U-35, tetapi karena satu sosok di dalamnya: Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, ikut merumput bersama Persibri Old Star FC, Rabu 1/6/2026.
Di usia yang tidak lagi muda, Fadhil memilih turun langsung ke lapangan hijau. Kehadirannya menjadi simbol bahwa silaturahmi tidak cukup di ruang rapat. Kadang, ia harus dibangun lewat bola, keringat, dan tawa bersama warga.
*Gol Persibri Lahir dari Umpan Bupati*
Pertandingan persahabatan itu mempertemukan tuan rumah Kareta Senja Maro Sebo Ulu melawan Persibri Old Star Batang Hari FC. Laga berjalan ketat dan penuh semangat.
Memasuki babak kedua, kebuntuan pecah. Persibri berhasil membobol gawang Kareta Senja dan mengubah skor menjadi 1-0. Gol itu lahir dari kerja sama tim yang rapi.
Momen yang paling disorot penonton terjadi saat Bupati Fadhil memberi umpan balik. Bola dari kakinya diteruskan rekan setim hingga menembus pertahanan Kareta Senja.
Meskipun bukan pencetak gol, peran Fadhil dalam membangun serangan itu yang membuat stadion bergemuruh tepuk tangan. Bagi warga, itu lebih dari sekadar assist. Itu bukti seorang kepala daerah mau berada di posisi yang sama dengan masyarakatnya.
*Stadion Penuh Keakraban, Bukan Ketegangan*
Berbeda dengan turnamen resmi, suasana Kareta Senja Cup U-35 jauh dari tensi. Yang ada adalah sorakan, candaan antar pemain, dan rasa kekeluargaan. Sportivitas menjadi kata kunci sore itu.
“Hari ini kami tidak sedang mencari siapa yang paling kuat. Kami sedang merawat kebersamaan,” kata salah seorang penonton di pinggir lapangan.
Kehadiran Bupati di tengah lapangan disebut menjadi penyemangat tersendiri. Para pemain veteran U-35 yang biasanya hanya bertemu di warung kopi, kini satu tim dengannya. Warga yang datang pun tidak hanya melihat bola, tapi juga melihat kedekatan pemimpinnya.
*”Kemenangan Sesaat, Sportivitas Seumur Hidup”*
Usai laga, Fadhil tidak langsung meninggalkan lapangan. Ia berdiri di tengah para pemain dan memberi sambutan singkat. Pesannya tidak melulu soal sepak bola.
Ia mengajak seluruh peserta menjadikan turnamen sebagai ruang untuk saling mengenal dan mempererat persaudaraan.
“Manfaatkan ajang ini untuk saling mengenal, mempererat persaudaraan, dan memastikan silaturahmi yang baik akan memudahkan segala aspek,” ujar Fadhil.
Ia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas di atas hasil akhir.
“Turnamen ini sebagai wadah terbaik untuk mengasah skill pemain, baik secara individu maupun dalam membangun kerja sama tim. Dan menjunjung tinggi sportivitas. Seluruh peserta yang bermain hendaklah jujur dan adil. Kemenangan hanya dikenang sesaat, sportivitas yang baik akan dikenang seumur hidup. Jaga sportivitas,” tegasnya.
*Silaturahmi yang Bergerak*
Kareta Senja Cup U-35 memang bukan sekadar ajang nostalgia para pemain senior. Bagi Pemerintah Kabupaten Batang Hari, kegiatan ini menjadi cara yang berbeda untuk membangun sinergi.
Di tengah berbagai agenda pembangunan dan sengketa ketenagakerjaan yang hangat di Maro Sebo Ulu, lapangan bola sore itu menjadi ruang jeda. Di sana, status sosial tanggal. Yang tersisa hanya 11 orang dalam satu tim, mengejar satu bola yang sama.
Bagi Fadhil, turun lapangan mungkin hanya 2×45 menit. Tapi pesan yang ia bawa: bahwa pemimpin harus hadir, harus mau berkeringat bersama, dan harus mengingatkan bahwa nilai kebersamaan jauh lebih penting dari skor akhir. (Darmawan)
