Dorong Iklim Industri dan Perdagangan, Pemkab Mojokerto Sosialisasikan Aplikasi SIINas

Dorong Iklim Industri dan Perdagangan, Pemkab Mojokerto Sosialisasikan Aplikasi SIINas
Dorong Iklim Industri dan Perdagangan, Pemkab Mojokerto Sosialisasikan Aplikasi SIINas
Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus mendorong iklim industri dan perdagangan yang kondusif. Sejumlah strategi mulai dari digitalisasi perizinan, pengawasan pembinaan, hingga kolaborasi dengan swasta digencarkan sepanjang 2026.

 

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Pengawasan Perizinan Sektor Perindustrian melalui aplikasi SIINas, Selasa 30/6/2026 di Kantor Perum Bulog Cabang Mojokerto. Hadir Kepala Disperindag Noerhono, Pimpinan Bulog Cabang Mojokerto Muhammad Husin, dan Wakil Bupati dr. Muhammad Rizal Octavian.

 

*700 Perusahaan Masuk SIINas, Stabilitas Industri Aman*

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mojokerto Noerhono menyebut, aplikasi SIINas dari Kementerian Perindustrian sudah diisi lebih dari 700 perusahaan di Kabupaten Mojokerto.

 

“Stabilitas perusahaan di Kabupaten Mojokerto posisinya aman kecuali PT. Pakerin,” ujarnya.

 

Ia merinci sejumlah investasi dan ekspansi yang berjalan. Di antaranya gudang Alfamart yang masuk sebagai perusahaan besar. Lalu Pabrik Rokok Rajawali di Dawar yang tinggal menunggu izin Bea Cukai. Jika izin keluar, pabrik itu ditarget menyerap ratusan pekerja.

 

Selain itu, produsen bumbu Ladaku juga melakukan perluasan lahan.

 

*Cukai Tembakau Rp2,5 Triliun, Rajawali Ganti Mesin 50 Ribu Batang/Menit*

Noerhono menyorot sektor hasil tembakau sebagai penyumbang besar pendapatan negara dari daerah.

 

“Kemarin Pak Wabup juga hadir di PT. Rajawali dalam rangka pembinaan mesin kelinting. Mesinnya sudah berubah dari 1 menit jadi 50.000 batang. Ini juga menampung pekerjaan,” katanya.

 

Ia menyebut target cukai tahun ini Rp2,7 triliun. Realisasi 2025 hampir mencapai Rp2,5 triliun. “Beberapa penyumbang cukai juga bakal kita berikan penghargaan,” imbuhnya.

 

Pemkab juga mendorong sektor padat karya. Rajawali berencana ekspansi Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang diproduksi manual. Model ini dinilai efektif menyerap tenaga kerja perempuan di desa.

 

*Kolaborasi Bulog, Wilmar, Puri Pangan di CFD, dan Program Pasar Murah*

Disperindag menggandeng Perum Bulog Cabang Mojokerto, Wilmar, dan UD Puri Pangan Sejati untuk menjaga stabilitas harga pangan.

 

“Wilmar, Puri Pangan Sejati dan Bulog bakal berkolaborasi dalam CFD,” kata Noerhono.

 

Ia berterima kasih kepada Bulog atas peran dalam program pasar murah, penyaluran SPHP dan Minyak kita. Sementara Ubaya memberikan bantuan alat untuk IKM, hingga dana CSR yang besar.

 

Pimpinan Bulog Cabang Mojokerto Muhammad Husin mengatakan, kegiatan ini sekaligus peresmian penggunaan gedung Bulog pascarenovasi.

 

“Ini pertama kalinya kita operasionalkan gedung ini setelah direnovasi. Mudah-mudahan acara hari ini terkait Pengawasan Perizinan Sektor Perindustrian melalui aplikasi SIINas mendapatkan manfaat,” ujarnya.

 

*UMKM Naik Kelas: Aplikasi Tumbas Jadi Maja Sakti, Mojo Caakti*

Pemkab juga fokus menguatkan UMKM. Aplikasi Tumbas yang selama ini membantu perdagangan kini di-upgrade menjadi Maja Sakti. Prosesnya sedang berjalan di Disperindag.

 

“Monggo barangkali pelaku usaha lainnya mau promosi usahanya di aplikasi Tumbas,” ajak Wabup Rizal.

 

Selain itu ada aplikasi Mojo Caakti. Ke depan, pemanfaatan CCTV tidak hanya untuk jalan, tetapi juga diperluas ke tempat wisata untuk mendukung ekonomi.

 

Rizal juga menyorot peran Universitas Surabaya (Ubaya) yang membantu memasarkan produk UMKM Mojokerto. “Kebanyakan UMKM Kabupaten Mojokerto ada dijual di Ubaya,” katanya.

 

*Strategi Perlindungan UMKM dan Iklim Investasi*

Wabup menegaskan, pengawasan industri dilakukan untuk pembinaan, bukan mencari kesalahan.

 

“Kita harus punya strategi UMKM. Jika UMKM sedang proses perizinan, maka kita berikan surat bahwa UMKM itu tertib namun sedang proses perizinan,” katanya.

 

Ia mencontohkan kasus tahun lalu saat pengusaha minyak goreng yang sedang proses izin diamankan aparat penegak hukum. Pemkab berharap ke depan ada perjanjian pembinaan terlebih dahulu dengan APH agar iklim investasi kondusif.

 

“Pemkab Mojokerto berkomitmen menciptakan lapangan kerja yang berdaya saing. Saya optimis sektor industri bisa menciptakan nilai tambah,” pungkasnya. (Jay/Adv)

Exit mobile version