MOJOKERTO, Majalahglobal.com – Rabu, 17 Juni 2026, Lapangan Desa Gembongan, Kecamatan Gedeg, pagi itu jadi “ruang kelas”. *Kodim 0815/Mojokerto* menggelar *Aplikasi Lapangan Program Latihan Teknis Teritorial (Proglatsi) Sistem Blok* dengan materi *Penanganan Konflik Sosial*.
Tujuannya satu: mengasah kemampuan dan profesionalisme aparat teritorial agar siap menghadapi potensi konflik di wilayah binaan. Karena konflik sosial kalau telat ditangani, dampaknya bisa luas.
Kegiatan diikuti personel Staf Operasi Kodim 0815/Mojokerto dan perwakilan Babinsa dari jajaran Koramil. Hadir *Danramil 0815/05 Gedeg Kapten Kav Rohyadi* selaku koordinator, *Pasiops Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Subini*, serta tim pelatih *Kapten Inf Herman Hidayat, Kapten Inf Sudirman, dan Kapten Inf Irsyad*.
*Apel Pagi: Tekankan Deteksi Dini & Cegah Dini*
Rangkaian dimulai dengan apel pengecekan yang dipimpin langsung Pasiops Kapten Inf Subini.
Dalam arahannya, ia menekankan 3 kunci kesiapsiagaan Babinsa: *deteksi dini, cegah dini, dan langkah preventif*.
“Tugas Babinsa bukan menunggu konflik meledak. Tapi membaca gejala kecil: gesekan warga, isu hoaks, sengketa lahan. Deteksi dini dan cegah dini itu senjata utama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.
*Latihan Patroli Wilayah: Mata-Telinga Babinsa Diasah*
Masuk sesi lapangan, peserta dapat materi *patroli wilayah*. Ini metode pembinaan teritorial untuk mencegah konflik sosial.
Lewat latihan ini, Babinsa diasah 3 kemampuan inti:
1. *Mengamati kondisi wilayah* – baca situasi, kenali tokoh, pahami karakter warga.
2. *Mengidentifikasi potensi kerawanan* – titik rawan bentrok, area sengketa, kelompok rentan provokasi.
3. *Pelaporan cepat dan tepat* – data akurat jadi dasar komando mengambil keputusan.
Intinya: Babinsa harus jadi “sensor” paling awal di desa. Tahu duluan, lapor cepat, cegah sebelum besar.
*“Babinsa Harus Paham Wilayah & Jaga Komunikasi”*
Kapten Inf Subini menjelaskan, Proglatsi Sistem Blok ini bagian dari pembinaan berkelanjutan agar aparat teritorial siap menghadapi dinamika di lapangan.
“Melalui latihan ini kami ingin tingkatkan kemampuan personel, khususnya Babinsa, dalam deteksi dini dan cegah dini potensi konflik sosial. Babinsa harus paham kondisi wilayah, bangun komunikasi baik dengan semua komponen masyarakat, dan ambil langkah preventif untuk jaga kondusivitas wilayah binaan,” ujarnya.
*Harapan Kodim 0815*
Dengan Proglatsi Sistem Blok ini, Kodim 0815/Mojokerto berharap kemampuan prajurit teritorial makin terasah. Sehingga tugas pembinaan teritorial dan penjagaan stabilitas keamanan wilayah bisa berjalan optimal, bersama seluruh komponen masyarakat.
Karena menjaga Mojokerto tetap aman, berawal dari Babinsa yang peka di setiap desa. (Jay)
