3 Tahun Kabar Terdepan: Dari Redaksi Kecil di Mojokerto Hingga Gaungkan Merajut Keberagaman ke Tingkat Nasional

3 Tahun Kabar Terdepan: Dari Redaksi Kecil di Mojokerto Hingga Gaungkan Merajut Keberagaman ke Tingkat Nasional
3 Tahun Kabar Terdepan: Dari Redaksi Kecil di Mojokerto Hingga Gaungkan Merajut Keberagaman ke Tingkat Nasional
Majalahglobal.com, Mojokerto– Tiga tahun. Waktu yang tidak sebentar bagi sebuah portal berita. Di usia yang baru seumur balita, Kabar Terdepan memilih merayakannya bukan dengan pesta kembang api, tapi dengan aksi nyata yang menyentuh langsung nadi masyarakat.

 

Tahun 2026 ini, portal berita kebanggaan warga Mojokerto Raya itu resmi menginjak usia ke-3. Dan kebetulan, perayaan itu bertepatan dengan HUT ke-108 Kota Mojokerto – kota yang lahir dari rahim Kerajaan Majapahit, kota yang napasnya adalah sejarah.

 

Mengusung tema “3 Tahun Kabar Terdepan: Merajut Keberagaman, Mengawal Kebenaran”, redaksi Kabar Terdepan merancang rangkaian acara yang sengaja “menempel” pada perayaan kota. Tujuannya satu: membuktikan bahwa media lokal bisa naik kelas. Tidak hanya meliput, tapi juga menggerakkan.

 

“Di era hoaks dan konten cepat saji, kami ingin jadi rumah yang menenangkan. Rumah yang merajut perbedaan, tapi tetap ngot mengawal kebenaran,” ujar Andy Yuwono, Dewan Redaksi Kabar Terdepan, saat ditemui di kantornya, Senin (15/6/2026).

 

Dan “rumah” itu tahun ini dibangun dengan 4 tiang besar.

 

*1. 108 Kantong Darah untuk Kota yang Berusia 108 Tahun*

Langkah pertama dimulai dari kemanusiaan. Sabtu, *20 Juni 2026*, Lumina Atrium Sunrise Mall 2 akan berubah jadi ruang donor darah terbesar di Mojokerto.

 

Bersama *Tirto Agung Motor (TAM) Group* dan *GBT Mojokerto*, Kabar Terdepan menargetkan 108 pendonor. Angka itu bukan kebetulan. “108 pendonor untuk HUT ke-108 Kota Mojokerto. Kami mau bilang ke warga: ulang tahun kami, tapi kado untuk kota,” jelas Andy.

 

Acara dimulai pukul 11.00 WIB. Bagi 108 pahlawan kemanusiaan pertama yang mendonorkan darahnya, Kabar Terdepan menyiapkan bingkisan sembako. Bukan nilai sembakonya yang penting, tapi pesan di baliknya: media ini lahir dari rakyat, untuk rakyat.

 

Bu Lastri, 52, warga Prajurit Kulon yang sudah 4 kali donor darah, mengaku antusias. “Kalau ada media yang ngajak donor, saya pasti datang. Darah saya bisa nolong orang, sembakonya bisa nolong dapur. Dobel berkahnya,” katanya sambil tersenyum.

 

*2. Bicara Toleransi Langsung dari “Orang Istana”*

Setelah merajut asa lewat darah, Kabar Terdepan naik kelas. Jumat, *3 Juli 2026*, Sunrise Hotel Mojokerto akan jadi panggung forum nasional bertajuk sama dengan tema HUT: *“Merajut Keberagaman, Mengawal Kebenaran”*.

 

Forum ini lahir dari kegelisahan redaksi melihat media sosial yang makin gaduh. “Mojokerto itu miniatur Indonesia. Ada santri, ada abangan, ada Tionghoa, ada Kristen. Kalau di sini bisa rukun, harusnya Indonesia bisa,” kata Andy.

 

Untuk mengupas itu, Kabar Terdepan berani “meminjam” suara dari pusat. Dua narasumber dihadirkan:

1. *David Herson Tonius*, Komisaris Independen PT WIKA Realty yang pernah duduk sebagai Tenaga Ahli Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI.

2. *Dr. H. Gugun Gumilar, M.A., Ph.D*, Staf Khusus Menteri Agama RI yang membidangi kerukunan umat beragama.

 

Mereka akan membedah 3 penyakit zaman now: disinformasi, polarisasi, dan radikalisme digital. Kabar Terdepan memposisikan diri sebagai _clearing house_ – tempat informasi diklarifikasi sebelum jadi gaduh.

 

*3. Malam Apresiasi: Saat Kepala Daerah Disorot Karyanya, Bukan Sensasinya*

Puncak perayaan adalah *Kabar Terdepan Award 2026*. Ini bukan award biasa. Tidak ada kategori “selebritis” atau “viral”. Yang dianugerahi adalah Kepala Daerah, OPD, BUMN/BUMD, pelaku usaha, dan tokoh masyarakat yang karyanya nyata dirasakan warga.

 

“Jurnalisme harus berani jadi cermin. Award ini cermin untuk para pengambil kebijakan: kerja yang baik akan kami sorot, bukan cuma yang heboh,” tegas Andy.

 

*4. Lahirnya “Kabar Terdepan Event Organizer”: Dari Liputan ke Panggung*

Di sela gemuruh Award, akan ada momen bersejarah. PT Kabar Terdepan Indonesia resmi meluncurkan unit bisnis baru: *Kabar Terdepan Event Organizer*.

 

Langkah ini mengejutkan banyak pihak. Media kok bikin EO? Jawabannya sederhana: karena redaksi sudah 3 tahun terbiasa mengorganisir event besar. Dari seminar, talkshow, sampai gebyar HUT kota. “Kami paham narasi. Kami paham panggung. Sekarang kami tawarkan itu ke pemerintah dan swasta,” kata Andy.

 

Peluncuran EO di hadapan tamu VVIP jadi sinyal: Kabar Terdepan tidak mau stagnan jadi “portal berita”. Ia ingin jadi ekosistem informasi dan kreativitas dari Bumi Majapahit.

 

*Dari Majapahit untuk Indonesia*

Tiga tahun bukan waktu lama. Tapi bagi Kabar Terdepan, tiga tahun cukup untuk membuktikan satu hal: media lokal punya tempat di hati pembaca jika ia berani keluar dari “kandang” redaksi.

 

Mulai dari aksi donor darah 20 Juni di Sunrise Mall 2, forum nasional 3 Juli bareng tokoh Istana, malam Award yang memuji kerja nyata, hingga lahirnya EO baru – semua rangkaian itu adalah benang yang sama: merajut keberagaman, mengawal kebenaran.

 

Dan benang itu ditarik tepat di momen HUT ke-108 Kota Mojokerto. Seolah ingin bilang: kami tumbuh bersama kota ini. Kami merayakan usia kami dengan membesarkan usia kota.

 

“Kalau 3 tahun ke depan kami masih dipercaya warga, berarti misi kami berhasil. Mojokerto butuh media yang tidak hanya cepat, tapi juga benar. Tidak hanya berisik, tapi juga berdampak,” tutup Andy.

 

Mari jadi saksi. Catat tanggalnya. Datang ke donor darah, bawa pulang sembako, dengarkan diskusi nasional, dan lihat bagaimana media lokal Mojokerto menulis sejarah barunya. (Jay/Adv)

Exit mobile version