Doa Bersama di Bawah Jembatan Tua: Warga Sumbertebu & TNI Buka Pembangunan Jembatan Garuda Tahap V

Majalahglobal.com, Mojokerto – Pagi cerah, Sabtu 6/6/2026, Dusun Gampang, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal mendadak ramai. Bukan pasar, tapi doa. Warga, TNI, dan teknisi pelaksana duduk melingkar di bawah jembatan tua yang sebentar lagi ambruk. Sebelum excavator menggigit besi, mereka menggelar syukuran sederhana. Ada nasi tumpeng, ada doa, ada harapan: semoga jembatan baru segera berdiri dan membawa berkah.

 

 

Momen itu jadi tanda resmi dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda Armco Tahap V di RT 07 RW 02 Dusun Gampang.

 

*Jembatan Lama Dibongkar, Harapan Baru Ditegakkan*

 

Sebelum palu godam dan alat berat bekerja, suasana penuh keakraban. Personel TNI Kodim 0815/Mojokerto bercampur dengan warga yang tiap hari melintas di jembatan itu. Mereka sama-sama menunduk, memanjatkan doa agar proses pembangunan lancar, aman, dan selesai tepat waktu.

 

“Ini bukan sekadar seremoni. Syukuran adalah wujud syukur sekaligus doa bersama. Agar seluruh tahapan pembangunan Jembatan Garuda berjalan aman, lancar, dan tepat waktu,” ujar Pasiter Kodim 0815/Mojokerto Kapten Inf Budiyono.

 

Setelah doa selesai, suara mesin excavator memecah hening. Jembatan lama mulai dibongkar. Hingga siang, pekerjaan pembersihan dan penggalian pondasi sudah tembus 50 persen. Pembongkaran konstruksi lama juga berjalan setengah jalan. Material baru mulai berdatangan ke lokasi.

 

*Spesifikasi: 9,5 Meter, Tahan 30 Ton*

 

Jembatan Perintis Garuda Tahap V ini bukan main-main. Panjang 9,5 meter, lebar 6 meter, dengan kapasitas tonase hingga 30 ton. Angka itu penting bagi Sumbertebu, desa agraris yang tiap hari menumpahkan hasil pertanian ke pasar Bangsal, Mojokerto, bahkan Surabaya.

 

Selama ini jembatan lama jadi bottleneck. Truk pengangkut gabah sering antre, anak sekolah menahan napas saat melintas. Dengan jembatan baru yang kokoh dan representatif, mimpi warga soal akses lancar pelan-pelan jadi kenyataan.

 

*Manfaat untuk 4.486 Jiwa*

 

Kapten Budiyono menyebut dampaknya langsung menyentuh 4.486 jiwa atau 1.694 kepala keluarga di Sumbertebu dan sekitarnya. “Kalau akses transportasi mudah, ekonomi jalan, anak sekolah tak terlambat, distribusi hasil pertanian juga lancar. Itu tujuan utama TNI hadir di pembangunan infrastruktur pedesaan,” jelasnya.

 

Bagi warga, kehadiran TNI tak hanya di barak. Mereka ikut kotor lumpur, ikut angkat material, ikut duduk di tikar saat syukuran. “Gotong royong itu yang bikin kami yakin jembatan ini bukan proyek pemerintah saja. Ini proyek kita semua,” kata salah satu warga.

 

*Cuaca Cerah, Semangat Kompak*

 

Seharian cuaca mendukung. Langit cerah, suasana kondusif. Sinergi TNI, teknisi, dan masyarakat jadi modal utama. Kodim 0815/Mojokerto memastikan akan mengawal pembangunan sampai tiang terakhir terpasang.

 

Di ujung Dusun Gampang, besi-besi jembatan lama mulai lepas satu per satu. Di tempat yang sama, fondasi jembatan baru mulai digali. Antara bongkar dan bangun, warga Sumbertebu memilih menanam harapan: tahun ini, mereka melintas di jembatan baru yang lebih lebar, lebih kuat, dan lebih aman.

 

Karena bagi mereka, jembatan bukan sekadar penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung rezeki, sekolah, dan masa depan. (Jay/Adv)

Exit mobile version