Terima Laporan Banjir, 112 Kolaborasi Bersama PUBMSDA Tanggap Darurat Banjir

Terima Laporan Banjir, 112 Kolaborasi Bersama PUBMSDA Tanggap Darurat Banjir
Terima Laporan Banjir, 112 Kolaborasi Bersama PUBMSDA Tanggap Darurat Banjir

Sidoarjo, majalahglobal.com – Intensitas curah hujan tinggi beberapa hari terakhir ini yang melanda Kabupaten Sidoarjo mengakibatkan bertambahnya debet air serta meluapnya air sungai, Senin (12/2/2024). Berdasarkan laporan dari masyarakat melalui panggilan darurat 112 Sidoarjo laporan mengenai luapan sungai cukup tinggi pada periode 5 – 11 Februari 2024. Salah satu luapan sungai terjadi di wilayah Waru.
Retno, petugas call center 112 Sidoarjo mengatakan dalam sepekan ini ada 6 panggilan yang melaporkan banjir. “Laporan banjir nya di paling banyak di Kecamatan Waru dan Gedangan,” jelas Retno. Retno menambahkan untuk Kecamatan Waru wilayah yang terdampak ada di Desa Kepuh Kiriman, Desa Pepelegi, Desa Medaeng, dan Desa Bungurasih. Sementara untuk Kecamatan Gedangan wilayah yang terdampak ada di Desa Bangah.

Terima Laporan Banjir, 112 Kolaborasi Bersama PUBMSDA Tanggap Darurat Banjir
Terima Laporan Banjir, 112 Kolaborasi Bersama PUBMSDA Tanggap Darurat Banjir

Dikonfirmasi dengan adanya tren laporan ini, Kepala Bidang Ketahanan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Sidoarjo (PUBMSDA), Wahib Achmadi, S.T., MT menjelaskan ada beberapa faktor penyebab air sungai meluap, diantaranya kombinasi curah hujan tinggi, pasang air laut, pendangkalan sungai dan kondisi tanag yang jenuh akibat air, serta panjangnya durasi hujan. “Beberapa lokasi yang tergenang belum bias surut karena sungai-sungai nya sedang penuh akibat pasang air tinggi, sehingga aliran ke arah laut terhambat,” jelas Wahib.

Baca Juga :  Cooling System, Kapolres Ponorogo Silaturahmi dengan PC PMII Pasca Pungut Suara Pemilu 2024

Wahib menambahkan untuk kendala di wilayah utara dikarenakan adanya pendangkalan pada afvoer Buntung yang merupakan kewenangan Pemerintah Pusat/Brantas. Selain itu belum adanya bendung/dam di sungai tersebut yang dapat menghalangi air pasang masuk ke daratan. “Upaya PU BM SDA Sidoarjo sudah memompa melalui rumah-rumah pompa yang kami miliki yang juga sudah terhubung dengan area permukiman,” terang Wahib.

Diakui Wahib, memang belum semua lokasi yang terdampak banjir atau genangan dapat terjangkau pompa, karena luapan air sungai saat kondisi pasang tinggi air laut yang diprediksi BMKG Perak dalam 1 minggu kemarin, turut memperlambat aliran buangan air ke sungai. Segera laporkan jika terjadi banjir dan kondisi gawat darurat lainnya dengan telepon ke 112 Sidoarjo. Panggilan gratis untuk gerak cepat dan tanggap darurat di Sidoarjo. 112 untuk Sidoarjo gemilang. (Ldy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *