mahkota555

4 Tahun Sekali Ditentukan di Sini: 3 Kepala Madrasah di Lumajang Jalani Ujian Paling Menentukan, Hasilnya Bikin Haru

Lumajang, majalahglobal.com – Kamis, 5 November 2026. Pagi itu, suasana di MA Khomsani Nur Klanting terasa berbeda dari biasanya.

 

 

Tidak ada bel masuk yang riuh. Tidak ada siswa yang berlarian di halaman.

 

Yang ada justru ketegangan yang halus. Ketegangan yang hanya dirasakan oleh mereka yang tahu, bahwa hari itu bukan hari biasa.

 

Hari itu adalah hari penilaian. Hari di mana 4 tahun kerja seorang kepala madrasah akan dibedah, ditanya, dan dinilai.

 

Bersama MA Khomsani Nur Klanting, dua madrasah lain ikut menjalani momen yang sama: MA Mamba’ul Hikam 01 dan MA Nurul Islam Padang.

 

Tiga madrasah. Tiga kepala madrasah. Satu tujuan yang sama: membuktikan bahwa selama 4 tahun terakhir, mereka tidak hanya memimpin, tapi juga membangun.

 

Bukan Ujian, Tapi Cermin

 

Kegiatan ini bernama Penilaian Kinerja Kepala Madrasah, atau yang biasa disingkat PKKM 4 Tahunan.

 

Bagi orang luar, namanya terdengar formal dan kaku. Namun bagi dunia pendidikan madrasah, PKKM adalah cermin.

 

Cermin untuk melihat, apa yang sudah dilakukan kepala madrasah selama memimpin. Apa yang sudah tercapai, apa yang belum. Apa yang sudah berjalan, apa yang masih harus dibenahi.

 

Penilaian kali ini dilakukan oleh tim yang tidak main-main.

 

Hadir sebagai tim pengawas, Moch. Arifi, S.E., M.M. dan Dra. Hj. Nur Habibah, http://M.Pd.I. Turut hadir pula Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma), Dr. Edy Nanang Sofyan Hadi, http://S.Ag., http://M.Pd.

 

Mereka datang bukan untuk mencari kesalahan. Mereka datang untuk melakukan pembinaan.

 

“Untuk Melihat Apa yang Sudah dan Belum”

 

Dalam kesempatan tersebut, Pengawas Madrasah Dra. Hj. Nur Habibah, http://M.Pd.I. menyampaikan penjelasan yang menenangkan.

 

Menurutnya, PKKM bukanlah ajang untuk menghakimi kepala madrasah.

 

“Kegiatan ini rutin dilakukan untuk melihat apa yang sudah atau belum dilaksanakan dan apa yang sudah atau belum dicapai oleh kepala madrasah untuk lembaga yang dipimpinnya,” ungkapnya.

 

Kalimat itu menjadi kunci. Bahwa PKKM adalah kegiatan rutin, yang dilakukan secara berkala, agar kepala madrasah tidak berjalan sendiri tanpa evaluasi.

 

Karena memimpin madrasah bukan hanya soal tanda tangan dan administrasi. Memimpin madrasah adalah soal bagaimana membuat guru betah mengajar, siswa semangat belajar, orang tua percaya menitipkan anaknya, dan lembaga terus berkembang.

 

Dan semua itu, tidak bisa dinilai hanya dari satu laporan. Harus dilihat langsung, ditanyakan langsung, dan dirasakan langsung.

 

4 Tahun Itu Tidak Sebentar

 

Bayangkan: 4 tahun memimpin madrasah.

 

4 tahun mengurus kurikulum, mengurus guru, mengurus siswa, mengurus sarana, mengurus akreditasi, mengurus keuangan, mengurus hubungan dengan masyarakat.

 

4 tahun yang di dalamnya ada suka dan duka. Ada saat madrasah mendapat prestasi, ada saat madrasah harus berjuang bertahan.

 

Semua itu, pada Kamis kemarin, dituangkan dalam dokumen-dokumen penilaian. Ditunjukkan satu per satu kepada tim penilai.

 

Bagi kepala madrasah, momen ini adalah momen untuk jujur pada diri sendiri. Sudah sejauh mana lembaga ini berubah di tangannya? Apakah madrasah ini lebih baik dari 4 tahun lalu?

 

Bukan Akhir, Tapi Awal untuk Berbenah

 

Melalui kegiatan PKKM ini, diharapkan kepala madrasah dapat melakukan evaluasi terhadap program kerja yang sudah dijalankan.

 

Bukan untuk berhenti. Justru untuk melangkah lebih jauh. Meningkatkan kualitas kepemimpinan, melakukan perbaikan, dan melahirkan inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan lembaga pendidikan.

 

Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi madrasah untuk terus berbenah.

 

Karena dunia pendidikan tidak boleh stagnan. Apa yang bagus 4 tahun lalu, belum tentu cukup untuk 4 tahun ke depan. Siswa berubah, kurikulum berubah, tantangan berubah. Maka madrasah pun harus berubah.

 

Dengan adanya PKKM, diharapkan madrasah semakin maju, semakin profesional, dan semakin mampu mencetak generasi yang berkualitas.

 

Generasi yang tidak hanya pintar secara akademik, tapi juga kuat secara akhlak. Generasi yang tidak hanya hafal pelajaran, tapi juga siap menghadapi kehidupan.

 

Penutup yang Tidak Bising

 

Kegiatan PKKM 4 Tahunan di MA Khomsani Nur Klanting itu akhirnya berakhir tanpa sorak-sorai.

 

Tidak ada pengumuman juara. Tidak ada piala.

 

Yang ada justru sebuah kesepakatan diam-diam: bahwa ketiga madrasah ini akan terus berbenah, terus memperbaiki diri, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.

 

Karena bagi mereka, penilaian yang sesungguhnya bukan hanya dari tim pengawas yang datang satu hari. Penilaian yang sesungguhnya adalah dari masyarakat yang setiap hari menitipkan anaknya, dan dari siswa yang setiap hari datang untuk belajar.

 

Dan pada Kamis itu, di Klanting, Lumajang, tiga madrasah telah membuktikan satu hal: mereka tidak takut dinilai, karena mereka memang sedang berjuang untuk menjadi lebih baik.

 

(Darmawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *