LUMAJANG – Memperingati hari jadinya yang ke-30, Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia / PTGMI Cabang Lumajang turun langsung ke pesantren. Sebanyak 100 santri Pondok Pesantren Khomsani Nur di Desa Klanting, Kecamatan Sukodono menjadi peserta penyuluhan dan bakti sosial, Minggu 13/9/2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB ini menjadi salah satu rangkaian HUT ke-30 PTGMI. Lokasi yang dipilih adalah Ponpes Khomsani Nur Klanting yang menaungi santri jenjang Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.
Ketua panitia menyebut, kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian profesi kepada masyarakat. Sasarannya adalah menumbuhkan kesadaran para santri tentang pentingnya merawat gigi dan mulut sejak dini.
“Kami ingin hadir tidak hanya sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga sebagai mitra edukasi. Kesehatan gigi itu dasar dari kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujarnya.
*Edukasi Lewat Praktik Langsung*
Rangkaian acara meliputi penyuluhan, praktik demonstrasi menyikat gigi yang benar, hingga sesi konsultasi. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap materi.
Dalam pemaparannya, pemateri menekankan bahwa gigi yang sehat berperan besar dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengunyah makanan dengan nyaman, berbicara dengan jelas, hingga menunjang rasa percaya diri.
Para santri juga diajarkan kebiasaan sederhana namun penting. Di antaranya menyikat gigi minimal dua kali sehari, mengurangi konsumsi makanan manis berlebihan, dan melakukan pemeriksaan ke tenaga kesehatan gigi secara berkala.
Tujuan utamanya adalah membekali santri dengan pengetahuan praktis. Sehingga ketika ada keluhan di gigi dan mulut, mereka tahu langkah awal yang harus dilakukan.
*Apresiasi dari Pihak Pesantren*
Kepala MA Khomsani Nur Klanting menyampaikan terima kasih atas kehadiran PTGMI. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para santri.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada PTGMI Cabang Lumajang. Semoga penyuluhan ini menjadi ilmu yang berguna bagi anak-anak kami, agar lebih paham tentang masalah gigi dan mulut serta cara mengatasinya,” tuturnya.
Menurutnya, pendidikan kesehatan seperti ini perlu terus dilakukan. Tujuannya agar santri MTs dan MA memiliki bekal hidup sehat yang bisa diterapkan di lingkungan pesantren maupun di rumah.
*Mempererat Silaturahmi*
Selain aspek edukasi, bakti sosial ini juga menjadi jembatan mempererat hubungan antara PTGMI Cabang Lumajang dengan keluarga besar Ponpes Khomsani Nur.
Pihak pesantren mengapresiasi perhatian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan serupa bisa berlanjut, sehingga kesadaran menjaga kesehatan gigi di kalangan santri semakin meningkat.
Melalui kegiatan ini, PTGMI ingin menyampaikan pesan sederhana: menjaga kesehatan gigi bukan hanya soal senyum yang indah. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari menjaga kualitas hidup.
“Sehat giginya, cerah senyumnya, semangat belajarnya,” menjadi penutup kegiatan yang diikuti tepuk tangan para santri. 🦷✨ (Tim)










