Dukung Optimalisasi Pembinaan, Lapas Gunung Sugih Mutasikan Lima Warga Binaan ke Lapas Kelas I Bandar Lampung
GUNUNG SUGIH, majalahglobal.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Gunung Sugih melakukan mutasi terhadap lima warga binaan ke Lapas Kelas I Bandar Lampung, Selasa (6/10/2026). Pemindahan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung optimalisasi pembinaan sekaligus mengendalikan kondisi hunian di Lapas Gunung Sugih.
Mutasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pengelolaan hunian agar pelaksanaan tugas pemasyarakatan dapat berjalan secara lebih efektif, aman, tertib, dan sesuai dengan kebutuhan pembinaan warga binaan.
Pemindahan warga binaan juga dilakukan dengan mempertimbangkan keberlangsungan program pembinaan. Dengan penataan hunian yang lebih proporsional, diharapkan pelaksanaan pembinaan dapat berlangsung secara optimal sehingga warga binaan tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti berbagai program yang mendukung perubahan perilaku dan kesiapan kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIB Gunung Sugih, Sastra Irawan, mengatakan bahwa mutasi tersebut merupakan bagian dari langkah pengelolaan hunian sekaligus upaya memastikan proses pembinaan tetap berjalan secara optimal.
“Pemindahan lima warga binaan ini merupakan bagian dari langkah kami dalam melakukan pengelolaan hunian sekaligus mendukung optimalisasi proses pembinaan. Penataan hunian menjadi salah satu hal penting agar pelaksanaan pembinaan dapat berjalan dengan baik, aman, dan tertib,” ujar Sastra Irawan.
Menurutnya, pemindahan bukan sekadar upaya mengurangi kepadatan hunian, tetapi juga menjadi bagian dari pengelolaan pemasyarakatan yang berorientasi pada keberlanjutan pembinaan.
“Kami berharap warga binaan yang dipindahkan dapat beradaptasi dengan lingkungan pembinaan yang baru, mengikuti seluruh program dengan baik, menjaga ketertiban, serta terus mempersiapkan diri agar nantinya mampu kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” lanjutnya.
Sastra menegaskan, Lapas Gunung Sugih akan terus melakukan berbagai langkah yang terukur dalam pengelolaan hunian dan pelaksanaan pembinaan, dengan tetap mengedepankan aspek keamanan, ketertiban, serta pendekatan yang humanis.
Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya kondisi pemasyarakatan yang kondusif sekaligus memastikan hak warga binaan untuk mendapatkan pembinaan tetap terpenuhi secara optimal.
Dengan demikian, mutasi lima warga binaan ke Lapas Kelas I Bandar Lampung menjadi bagian dari upaya Lapas Gunung Sugih menata pengelolaan hunian sekaligus memperkuat pelaksanaan pembinaan yang aman, tertib, dan berorientasi pada kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Oleh: Andi Raya
081272255678










