Gebrakan Bupati Barra: Lantik 28 Pejabat Fungsional dan Kukuhkan 7 Pejabat Riset, Wajibkan Kebijakan Mojokerto Pakai Data dan Hasil Riset

Gebrakan Bupati Barra: Lantik 28 Pejabat Fungsional dan Kukuhkan 7 Pejabat Riset, Wajibkan Kebijakan Mojokerto Pakai Data dan Hasil Riset
Gebrakan Bupati Barra: Lantik 28 Pejabat Fungsional dan Kukuhkan 7 Pejabat Riset, Wajibkan Kebijakan Mojokerto Pakai Data dan Hasil Riset

Majalahglobal.com, Mojokerto – Suasana Aula Bappeda Kabupaten Mojokerto mendadak penuh pada Rabu (16/9/2026). Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengukuhan puluhan aparatur sipil negara.

 

Total ada 35 orang yang menerima amanah baru. Rinciannya, 28 orang dilantik dalam jabatan fungsional dan 7 orang dikukuhkan sebagai pejabat struktural di Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau Baperida serta UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor.

 

Langkah ini bukan sekadar rotasi biasa. Pemkab Mojokerto sedang melakukan perombakan sistem kerja birokrasi secara menyeluruh.

 

Dasar hukumnya pun jelas. Ada Perbup Mojokerto Nomor 53 Tahun 2024 yang mengatur tentang organisasi dan tata kerja Baperida, serta Perbup Nomor 29 Tahun 2024 tentang pembentukan unit pelaksana teknis di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan.

 

Poin paling krusial adalah perubahan nomenklatur dari Bappeda menjadi Baperida. Kalau dulu hanya fokus pada perencanaan, kini ada tambahan mandat besar yakni riset dan inovasi.

 

Di hadapan para pejabat baru, Gus Barra, sapaan lekat Bupati, memberikan arahan yang cukup menohok. Ia tidak ingin perencanaan pembangunan di Mojokerto dibuat berdasarkan kira-kira.

 

Gus Barra menekankan, setiap keputusan dan program yang digulirkan pemerintah harus memiliki pijakan data yang valid dan kuat. Tidak boleh lagi ada kebijakan yang lahir dari asumsi.

 

“Kita ingin kebijakan itu disusun pakai data yang akurat, ada riset yang relevan. Jadi apa yang kita rencanakan itu benar-benar sesuai dengan fakta di lapangan,” ujar Gus Barra.

 

Ia pun mengingatkan, jangan sampai hasil penelitian hanya berakhir menjadi tumpukan laporan di atas meja. Riset harus hidup. Riset harus menjadi bahan baku untuk membuat kebijakan yang solutif bagi warga.

 

Karena itu, Baperida ditantang untuk menjadi jembatan. Baperida harus intens berkomunikasi dengan semua organisasi perangkat daerah yang selama ini menjadi sumber data. Kolaborasi dengan Dinas Kominfo selaku wali data dan juga dengan BPS menjadi kunci agar data yang dipakai satu pintu dan bisa dipertanggungjawabkan.

 

“Semakin ke sini tantangan pembangunan makin rumit. Makanya data, riset, perencanaan sampai inovasi itu harus nyambung jadi satu kesatuan. Harapannya, kebijakan yang kita lahirkan itu lebih presisi, lebih terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

 

Tak hanya menyoroti Baperida, Gus Barra juga memberi penekanan khusus kepada 28 pejabat fungsional yang baru saja dilantik. Ia menyebut para pejabat ini adalah ujung tombak profesionalisme birokrasi.

 

Mereka semua, kata Gus Barra, sudah melewati tahapan uji kompetensi yang ketat. Jadi, jabatan fungsional ini bukan sekadar perubahan nametag dari staf pelaksana menjadi pejabat fungsional.

 

Pria yang juga dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren itu tidak ingin ada pejabat yang hanya berganti status, namun cara kerjanya masih sama seperti dulu.

 

“Jangan hanya ganti statusnya saja. Tapi tunjukkan kualitasnya. Tunjukkan bahwa panjenengan profesional, paham dengan tupoksinya, dan benar-benar memberi dampak nyata,” tegasnya.

 

Di akhir arahannya, Gus Barra menitipkan tiga kata kunci yang wajib dipegang teguh oleh seluruh pejabat: integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab. Ia mengajak seluruh jajaran untuk bergerak dalam satu irama.

 

“Semua harus dijalankan dengan integritas penuh. Pahami masalahnya, cari jalan keluarnya, dan pastikan apa yang kita kerjakan itu memberi kontribusi untuk kemajuan Mojokerto. Ayo satukan langkah, satukan tekad untuk Mojokerto yang lebih maju, adil, dan makmur,” pungkasnya.

 

*Daftar 35 Pejabat yang Dilantik dan Dikukuhkan Bupati Mojokerto:*

 

*A. 7 Pejabat Pengukuhan Baperida dan UPTD*

 

1. Rusdyawan Arief S – Kabid Riset dan Inovasi Daerah – Baperida

2. Moch Yusuf Maarif – Kabid Perekonomian, SDA, Infrastruktur dan Kewilayahan – Baperida

3. Herin Setyorini – Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia – Baperida

4. Nur Wahid – Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah – Baperida

5. Nenny Qurrotul Aini – Kasubbag Umum dan Kepegawaian – Baperida

6. Imam Handoko – Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor – Dinas Perkimhub

7. Anis Nurlaili – Kasubbag Tata Usaha – Dinas Perkimhub

 

*B. 28 Pejabat Fungsional*

 

1. Agus Dwi Basuki – Analis Kebencanaan Ahli Muda – BPBD

2. Siti Rumiati – Analis Kebencanaan Ahli Muda – BPBD

3. Farid Dimyati – Analis Kebencanaan Ahli Pertama – BPBD

4. Nur Rizky Alridho – Analis Kebencanaan Ahli Pertama – BPBD

5. Mokhamad Arief – Analis Kebencanaan Ahli Pertama – BPBD

6. Soponyono – Analis Kebencanaan Ahli Pertama – BPBD

7. Nina Lavestri Ratnasari – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama – BKPSDM

8. Cucik Malina Febrianti – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama – Dinas Pendidikan

9. Santy Wahyu Nuraini – Analis SDM Aparatur Ahli Muda – Dinas Kesehatan

10. Santo Adi Sabhara – Analis SDM Aparatur Ahli Pertama – Dinas Kesehatan

11. Dessy Rahmawati Putri – Pranata SDM Aparatur Mahir – Dinas Kesehatan

12. Wirat Moko Hadi Sasmita – Pranata Komputer Ahli Pertama – Diskominfo

13. Joyo Sutarto – Analis Akuakultur Ahli Pertama – Dinas Pangan dan Perikanan

14. Wisnu Andri Nugroho – Penata Kelola Perumahan Ahli Pertama – Dinas Perkimhub

15. Reza Imawan Fahmi – Penata Kelola Perumahan Ahli Pertama – Dinas Perkimhub

16. Moch Aqfa Syabahid Mardhika – Penata Kelola Perumahan Ahli Pertama – Dinas Perkimhub

17. Yangyang Aditya – Penata Kelola Perumahan Ahli Pertama – Dinas Perkimhub

18. Anton Timur – Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Muda – Dinas Pendidikan

19. Fatchur Rochmat – Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama – Dinas Pendidikan

20. Bachtiar Effendi – Pengembang Teknologi Pembelajaran Ahli Pertama – Dinas Pendidikan

21. Nur Cholis – Apoteker Ahli Pertama – RSUD Prof dr Soekandar

22. Erlinda Aminatul Wardatie – Radiografer Ahli Pertama – RSUD Prof dr Soekandar

23. Yugi Hatukriswanto – Asisten Apoteker Mahir – RSUD Prof dr Soekandar

24. Sumi’is – Asisten Penata Anestesi Mahir – RSUD R A Basoeni

25. M Ali Kasrofik – Asisten Penata Anestesi Mahir – RSUD R A Basoeni

26. Chaterina Indah Meilina – Asisten Apoteker Mahir – RSUD R A Basoeni

27. Ida Marlina – Asisten Apoteker Mahir – RSUD R A Basoeni

28. Nika Maya Asmara – Asisten Apoteker Mahir – Dinas Kesehatan

 

(Jay/Adv)

Exit mobile version