BATANG HARI – Estafet kepemimpinan di Kepolisian Resor (Polres) Batang Hari resmi berganti. AKBP Doni Aryanto, S.H., S.I.K., M.M. kini resmi menjabat sebagai Kapolres Batang Hari yang baru, menggantikan pejabat lama dalam upacara pisah sambut yang digelar bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batang Hari.
Pergantian pucuk pimpinan ini tak hanya sekadar seremonial. Di pundak Kapolres baru, kini tertumpu harapan besar masyarakat akan penuntasan sejumlah pekerjaan rumah kasus kriminal yang belum terungkap.
Salah satu yang paling menyita perhatian publik adalah kasus kematian tragis Nasifa, atau yang akrab disapa Sifa.
Kasus ini menjadi utang keadilan yang belum terbayar bagi keluarga korban. Sudah lebih dari dua tahun berlalu, namun tabir misteri di balik kematian gadis muda itu belum juga tersingkap.
Sebagai kilas balik, Sifa, gadis berusia 20 tahun, sempat dilaporkan hilang oleh keluarga. Harapan untuk menemukan Sifa dalam keadaan selamat pupus. Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tanpa busana, di sebuah kolam bekas galian batu bata di kawasan Paal 6, Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, pada 27 Februari 2024 lalu.
Hasil autopsi memastikan, Sifa adalah korban pembunuhan. Tim medis menemukan tiga luka tusukan benda tajam di bagian punggung korban.
Penanganan kasus ini sejatinya telah menjadi atensi serius. Bahkan, kasus tersebut sempat ditarik dan di-backup langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi. Puluhan saksi telah diperiksa untuk mengurai benang kusut kasus ini.
Namun, hingga tongkat komando Polres Batang Hari berganti, dalang utama dan motif di balik pembunuhan keji tersebut belum juga berhasil diungkap.
Dalam arahan perdananya sebagai Kapolres, AKBP Doni Aryanto menekankan komitmen internal dan peningkatan profesionalisme.
Ia meminta jajarannya untuk lebih responsif dan cepat tanggap terhadap persoalan yang meresahkan masyarakat. Pernyataan ini seolah menjadi sinyal bahwa ia tidak akan membiarkan kasus-kasus menonjol berlarut-larut.
Kini, publik Batang Hari menanti. Langkah taktis dan strategis apa yang akan diambil AKBP Doni Aryanto bersama Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batang Hari untuk membongkar misteri kematian Sifa?
Masyarakat berharap, di bawah kepemimpinan baru, keadilan bagi Sifa dan kepastian hukum yang transparan benar-benar bisa diwujudkan.
Penulis: Darmawan
