Majalahglobal.com, Mojokerto – Pembangunan desa tak bisa jalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, dan warga. Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi Partai Demokrat, Fara Diba Izza Mazidah, S.Par., saat menggelar Reses Tahap II Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan penyerapan aspirasi itu berlangsung di kediaman Fara Diba di Desa Randubango, Kecamatan Mojosari, Sabtu, 5 September 2026.
Hadir dalam forum tersebut Kepala Desa Randubango beserta perangkat, tokoh masyarakat, hingga perwakilan warga.
*Apresiasi untuk Perjuangan Infrastruktur*
Dalam sambutannya, Kepala Desa Randubango menyampaikan terima kasih atas perhatian Fara Diba terhadap pembangunan di desanya.
“Kami mengapresiasi Ibu Fara Diba yang sudah memperjuangkan perbaikan infrastruktur di Desa Randubango. Kami berharap dukungan ini terus berlanjut demi kesejahteraan warga,” ujarnya.
*Sinergi Warga Jadi Kunci Efektivitas Program*
Menanggapi aspirasi warga, Fara Diba menekankan bahwa dana dari pemerintah daerah sifatnya terbatas. Karena itu, peran serta masyarakat menjadi penentu.
“Kewenangan dan pagu anggaran Pemda memang terbatas. Tapi pembangunan akan terasa lebih ringan dan tepat sasaran kalau kita kerjakan bersama, dengan semangat gotong royong dan menjaga kerukunan,” kata Fara Diba.
Politisi muda itu juga berkomitmen untuk menampung dan meneruskan setiap usulan warga sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada di DPRD.
“Saya akan jadi jembatan. Setiap aspirasi Bapak Ibu akan kami sampaikan. Tapi mari kita juga jaga kondusivitas wilayah dan aktif terlibat dalam setiap program pembangunan,” ajaknya.
*Reses sebagai Jembatan Wakil Rakyat dan Warga*
Bagi Fara Diba, reses bukan sekadar agenda rutin. Ini adalah ruang untuk mendengar langsung keluh kesah konstituen sekaligus memperkuat silaturahmi.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Dengan sinergi, kita bisa memastikan program-program pembangunan berjalan lancar dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan dialog santai antara legislator dan warga, membahas usulan mulai dari infrastruktur jalan, drainase, hingga pemberdayaan UMKM desa. (Jay/Adv)
