Dari Mojosulur untuk Lumbung Pangan: Babinsa Turun Langsung Dampingi Petani Tanam Padi

MOJOKERTO — Senyum para petani di Dusun Mojosulur, Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari tampak lebih semangat Senin, 31/08/2026. Di tengah terik, mereka tidak bekerja sendiri. Di pematang sawah, hadir Babinsa Koramil 0815/09 Mojosari Kodim 0815/Mojokerto, Sertu Gregorius Martinus Leba, ikut turun ke lumpur mendampingi proses penanaman padi.

 

 

Kegiatan ini dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare milik Kelompok Tani Rukun Makmur. Bukan sekadar seremonial. Penanaman padi ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung program swasembada pangan nasional dari tingkat paling bawah: sawah warga.

 

Ketua Poktan Rukun Makmur, Jumain, bersama anggota kelompoknya bergerak serempak. Sertu Gregorius tidak hanya mengawasi. Ia ikut memberikan motivasi dan arahan agar proses tanam dilakukan dengan benar, sehingga tanaman bisa tumbuh optimal hingga masa panen.

 

“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi bersama petani. Kami akan terus mendukung kegiatan pertanian di wilayah agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan hasil panen nantinya dapat memberikan manfaat bagi petani serta mendukung ketahanan pangan,” ujar Babinsa.

 

*Potensi Besar di Mojosulur*

 

Desa Mojosulur memiliki potensi besar di sektor pertanian. Total luas lahan sawah reguler di desa ini mencapai sekitar 61 hektare. Angka itu menjadi modal penting Kecamatan Mojosari untuk ikut menyumbang ketahanan pangan Kabupaten Mojokerto.

 

Pada kegiatan kali ini fokusnya di lahan sawah. Untuk lahan non-sawah yang ditanami padi masih nihil. Namun semangat gotong royong yang terlihat di lapangan diharapkan bisa menular ke lahan-lahan lain.

 

Babinsa menegaskan, pendampingan tidak berhenti di penanaman. Rutenya panjang: mulai dari pengolahan lahan, perawatan, pengendalian hama, hingga masa panen akan terus dikawal.

 

*Swasembada Dimulai dari Sawah*

 

Bagi TNI, program ketahanan pangan bukan hanya tugas pemerintah. Ini soal masa depan. Jika produktivitas di desa-desa seperti Mojosulur terus meningkat, target swasembada pangan tidak lagi sekadar di atas kertas.

 

Dengan sinergi antara TNI, petani, dan seluruh komponen masyarakat, lahan 0,5 hektare hari ini diharapkan menjadi awal dari hektare-hektare lain yang produktif.

 

“Harapannya, melalui pendampingan yang konsisten ini, hasil pertanian di Mojosari semakin meningkat dan kesejahteraan petani juga ikut naik,” tutup Sertu Gregorius. (Jay)

Exit mobile version