BATANG HARI, majalahglobal.com – Pemerintah Kabupaten Batang Hari mengeluarkan Surat Edaran tentang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipasi kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Kebijakan ini diambil untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik.
Seluruh sekolah di Kabupaten Batang Hari diliburkan sementara karena kualitas udara yang memburuk.
Kebijakan tersebut tertuang dalam *Surat Edaran Bupati Batang Hari Nomor 421./2090/PDK/2026* yang diterbitkan pada Senin, 24 Agustus 2026.
*ISPU Batang Hari Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat*
Bupati Batang Hari, Fadhil Arief, menyampaikan surat edaran itu diterbitkan setelah menindaklanjuti data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup melalui UPTD Laboratorium Lingkungan.
Hasilnya menunjukkan kualitas udara di Kabupaten Batang Hari berada pada kategori *”Sangat Tidak Sehat”*.
“Memperhatikan kondisi yang tidak sehat akibat kabut asap, Pemkab Batang Hari akan meliburkan satuan pendidikan jenjang PAUD, TK, SD, dan SMP,” kata Bupati Fadhil Arief.
Ia menegaskan, kebijakan ini murni untuk melindungi kesehatan dan keselamatan peserta didik di tengah menurunnya kualitas udara dan munculnya kabut asap di sejumlah wilayah.
*PJJ Dimulai Sejak SE Diterbitkan*
Dalam surat edaran tersebut, satuan pendidikan diminta melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh mulai sejak SE diterbitkan hingga kondisi kualitas udara kembali baik atau sehat.
“Satuan pendidikan diminta melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh sejak surat edaran diterbitkan hingga kondisi kualitas udara kembali baik atau sehat,” ujarnya.
Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap masuk untuk melaksanakan tugas dan memfasilitasi pembelajaran jarak jauh dari sekolah.
*Pembelajaran Bisa Lewat WA, Google Classroom, Hingga Luring*
Untuk proses belajar, sekolah bisa menggunakan berbagai metode:
1. *Daring*: WhatsApp, Google Classroom, LMS, dan Video Conference jika memungkinkan
2. *Luring*: Pemberian modul, LKPD, tugas mandiri, dan bahan ajar bagi siswa yang terkendala internet
“Siswa tetap akan diberikan tugas oleh guru masing-masing. Orang tua juga dilibatkan untuk mendampingi anak selama belajar di rumah,” jelas Fadhil.
Ia juga mengimbau masyarakat agar jika beraktivitas di luar rumah wajib menggunakan masker dan menerapkan perilaku hidup bersih sehat.
Perubahan proses pembelajaran selanjutnya akan disampaikan melalui pemberitahuan lebih lanjut.
(Darmawan)
