mahkota555

Pakai Jarik-Kebaya, Ribuan Warga Prajurit Kulon Senam Bareng Ning Ita Rebut Kambing HUT ke-108

MOJOKERTO – Sabtu pagi 13/6/2026, Taman Bahari Majapahit TBM Prajurit Kulon berubah jadi lautan warna-warni. Ada ibu-ibu pakai jarik + kebaya, bapak-bapak pakai sarung, anak muda pakai jersey bola. Semua kompak gerak kiri-kanan ikut senam.

 

 

Itu suasana Senam Bersama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Tentram yang digelar Pokdarwis Kelurahan Prajurit Kulon. Rangkaian HUT ke-108 Kota Mojokerto. Yang bikin heboh: hadiah utamanya seekor kambing hidup.

 

Wali Kota Ika Puspitasari alias Ning Ita ikut turun ke panggung senam. Ia mengapresiasi semangat warga yang tetap aktif meski era gadget. “Kita bersyukur akhir pekan ini masih diberi nikmat sehat sehingga bisa Germas bareng warga Prajurit Kulon. Germas itu ajakan biar seluruh masyarakat aktif bergerak jaga kesehatan,” ujarnya.

 

*“Gadget Bikin Mager, Warga Prajurit Kulon Beda”*

Ning Ita menyorot kebiasaan rebahan era digital. “Kita tahu sekarang gadget jadi alasan besar masyarakat mager. Tapi saya bangga warga Prajurit Kulon tetap aktif, rajin ikut senam, jaga kebugaran. Ini luar biasa,” katanya sambil ikut goyang.

 

Yang bikin beda: dress code. Nggak ada keharusan pakai training. “Sekarang olahraga nggak harus pakai baju olahraga. Pakai jarik, pakai kebaya pun bisa aktif bergerak. Yang penting kemauan sehat dan terus bergerak,” tuturnya.

 

*Germas Jadi Budaya, Nggak Perlu Berat-Berat*

Dalam sambutannya, Ning Ita menekankan Germas harus jadi kebiasaan. “Olahraga nggak harus berat. Nggak harus lari 5 kilo atau sepeda puluhan kilo. Stretching dan kardio ringan yang rutin itu sudah sangat baik jaga kesehatan,” jelasnya.

 

Ia minta warga rutin gerak minimal 5 hari seminggu, disesuaikan usia. “Kebiasaan sehat harus ditanam sejak dini biar jadi gaya hidup. Kalau dari muda rajin gerak, risiko penyakit karena kurang aktivitas bisa dicegah,” pesannya.

 

Acara ditutup dengan yel-yel “Salam sehat untuk HUT ke-108 Kota Mojokerto. Semoga masyarakatnya sehat, kotanya maju, semuanya berkah dan bahagia,” pungkas Ning Ita.

 

TBM yang biasanya sepi pagi hari, mendadak ramai tawa + musik senam. Hiburan ada, edukasi Germas juga jalan. Itulah cara Prajurit Kulon merayakan ulang tahun kota: sehat, tentram, dan kompak.

 

Reporter: (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *