MOJOKERTO – Ruang MPP Gajah Mada, Jumat 12/6/2026, penuh sejak pagi. Ratusan siswa SMA/SMK Kota Mojokerto duduk rapi. Di depan, Wali Kota Ika Puspitasari alias Ning Ita berdiri sambil menunjuk slide “Cegah Anemia Sejak Remaja”.
Itu suasana Workshop Penyakit Tidak Menular dan Seminar Kesehatan Reproduksi Remaja. Acara ini rangkaian Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto. Tujuannya satu: nyiapkan “bibit” SDM unggul untuk Indonesia Emas 2045.
“Generasi emas 2045 nggak bisa lahir dari pendidikan bagus saja. Badannya juga harus sehat, termasuk reproduksinya,” tegas Ning Ita membuka seminar.
Menurut wali kota, fondasi itu harus ditanam sejak sekarang. “Kalau remaja kita sehat reproduksinya, ke depan mereka bisa melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas juga. Tujuannya mencetak SDM emas harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.
*23.300 Remaja = 17% Penduduk Kota*
Angka itu yang bikin Pemkot serius. Data Dinas Kependudukan mencatat remaja usia 10-24 tahun di Kota Mojokerto ada sekitar 23.300 jiwa. Setara 17% dari total penduduk.
Dengan jumlah sebesar itu, Ning Ita menyebut edukasi kesehatan remaja bukan program seremonial. “Ini investasi jangka panjang untuk masa depan daerah dan bangsa,” katanya.
Fokus paling ditekankan Ning Ita: cegah anemia pada remaja putri. “Anemia itu sepele tapi efeknya panjang. Konsentrasi belajar turun, produktivitas lemah, sampai kesehatan saat dewasa nanti terganggu. Makanya harus dicegah sejak SMP-SMA,” pesannya.
*IDI, Dinkes, Sekolah Kompak Turun*
Seminar nggak jalan sendiri. Pemkot menggandeng Ikatan Dokter Indonesia IDI Kota Mojokerto, Dinas Kesehatan PPKB, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, puskesmas, sampai perwakilan sekolah se-kota.
Para peserta dapat materi lengkap: kesehatan reproduksi, pola hidup sehat, bahaya PTM seperti diabetes dan hipertensi, sampai langkah pencegahan risiko sejak dini. Dokter dari IDI sesekali lempar tanya-jawab biar nggak ngantuk.
Ning Ita berharap ilmu di ruangan MPP itu nggak berhenti jadi catatan. “Anak-anak harus mulai paham sekarang bagaimana jaga kesehatan diri, termasuk reproduksinya. Dari pemahaman itu, mereka nanti jadi generasi sehat, berkualitas, siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto pun diisi bukan hanya upacara dan lomba. Tapi juga “bekal” pengetahuan untuk 23 ribu remaja yang kelak jadi pemimpin kota.
_Reporter: [Jay]_










