mahkota555

Musim Kemarau Mengintip, Wabup Mojokerto Pimpin Gladi Tanggap Karhutla & Laka Air

MOJOKERTO – Jumat pagi 12/6/2026, layar Smartroom Satya Bina Karya SBK menampilkan peta titik rawan kebakaran hutan Kabupaten Mojokerto. Wakil Bupati Moch. Rizal Octavian alias Mas Wabup berdiri, menunjuk 3 titik merah di wilayah Trawas-Pacet.

 

 

“Gladi ini bukan seremoni. Ini ujian beneran untuk komando, komunikasi, dan koordinasi kita saat api sudah di depan mata,” kata Mas Wabup membuka Rapat Persiapan Gladi Kesiapsiagaan Karhutla dan Laka Air.

 

Rapat itu jadi langkah tanggap Pemkab Mojokerto menghadapi musim kemarau. Hadir lengkap lintas sektor: Polri, TNI, Dinas Kehutanan, hingga Perum Perhutani. Semua duduk satu meja, karena di lapangan nanti nggak bisa jalan sendiri-sendiri.

 

*“Uji Sistem, Bukan Sekadar Simulasi”*

Mas Wabup menegaskan tujuan gladi yang akan digelar nanti. “Gladi ini sarana menguji sistem komando, komunikasi, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan personel dan peralatan menghadapi kondisi darurat sesungguhnya,” ujarnya.

 

Artinya, yang diuji bukan cuma pompa air dan perahu karet. Tapi juga: siapa lapor ke siapa, radio nyambung apa enggak, sampai warga sekitar tahu harus lari ke mana kalau ada perintah evakuasi.

 

Pesan paling ditekankan Mas Wabup justru ke masyarakat. Musim kemarau = risiko karhutla paling tinggi. “Saya ajak warga tingkatkan kewaspadaan. Jangan bakar sampah di lahan terbuka. Jangan bakar lahan. Api kecil bisa jadi bencana besar kalau angin kencang,” ajaknya.

 

*Tangguh Rek & Mojo Mandala Diluncurkan*

Di tengah rapat, Mas Wabup juga melaunching 2 program baru BPBD Kabupaten Mojokerto.

 

1. *Tangguh Rek* – Dulu cuma tagline, sekarang jadi tata kelola resiliensi kawasan rawan bencana. Sekaligus akronim: *Tanggap, Tangkas, Unggul, Harmoni*. Intinya: antisipasi cepat, gerak tangkas, hasil unggul, semua pihak harmoni.

 

2. *Mojo Mandala* – Singkatan *Manajemen Data Bencana dan Pelaporan*. Program ini bikin pendataan kejadian, titik rawan, sampai laporan warga jadi satu sistem. Harapannya respons jadi lebih cepat karena data nggak nyasar.

 

“Kedua program ini berbasis masyarakat,” kata Mas Wabup. “Keberhasilan penanggulangan bencana nggak ditentukan pemerintah saja. Tapi keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Lewat Tangguh Rek kita ingin sistem kesiapsiagaan lebih cepat, responsif, berbasis teknologi dan partisipasi warga,” tegasnya.

 

*Pagi KDKMP, Siang Bahas Bencana*

Sebelum rapat, Mas Wabup juga mendampingi Tim Mabes TNI yang dipimpin Kolonel Marinir Ashari blusukan ke KDKMP. Titiknya di Desa Seduri Mojosari dan Desa Sumbertebu Bangsal. Setelah dari Mojokerto Raya, Mas Wabup langsung pindah ke SBK untuk pimpin rapat kesiapsiagaan ini.

 

Pagi urus ketahanan ekonomi warga lewat koperasi. Siang urus ketahanan wilayah dari bencana. Itu gambaran padatnya agenda Pemkab Mojokerto di tengah Hari Jadi ke-108.

 

Gladi kesiapsiagaan karhutla dan laka air rencananya digelar dalam waktu dekat. Lokasinya dipastikan di titik rawan yang sudah dipetakan. Targetnya: kalau musim kemarau puncak tiba, Mojokerto sudah “Tanggap, Tangkas, Unggul, Harmoni”.

 

_Reporter: Jay_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *