Tiga Hari Tilawah Menggema, MTQ Ke-XVIII Simpang Sungai Rengas Bidik Kader Qur’ani Baru

BATANG HARI – Denting beduk dan lantunan ayat suci akan menggema tiga hari ke depan di Lapangan Kantor Camat Maro Sebo Ulu. Jumat malam, 12/6/2026, Kelurahan Simpang Sungai Rengas resmi menggelar Musabaqoh Tilawatil Qur’an MTQ ke-XVIII tingkat kelurahan. Mimbar utama berdiri megah di depan kantor camat, RW 01, sementara suara anak-anak mengaji sudah terdengar sejak gladi bersih Kamis sore.

 

 

Bagi warga Simpang Sungai Rengas, MTQ bukan sekadar lomba baca Qur’an. Ini hajatan kampung. Spanduk “Selamat Datang Peserta MTQ” terbentang di tiap persimpangan. Ibu-ibu pengajian sibuk latihan pawai ta’aruf. Bapak-bapak gotong royong pasang tenda dan lampu sorot. Suasananya mirip pesta, tapi isinya ayat-ayat Allah.

 

Ketua Panitia Musle tak bisa menutup senyumnya saat ditemui di tenda panitia, Kamis 11/6/2026. Tumpukan buku panduan juri dan daftar peserta berserakan di mejanya.

 

“Alhamdulillah, semua sudah siap. Dari sound system, konsumsi, sampai juri sudah kita finalkan. Dukungan masyarakat luar biasa. Ini modal utama kami. Harapannya MTQ ini tidak hanya meriah, tapi benar-benar mempererat ukhuwah islamiyah warga Simpang Sungai Rengas,” katanya, sambil menyapa relawan yang hilir-mudik membawa kabel.

 

Optimisme Musle beralasan. Tahun ini jumlah peserta melonjak dibanding MTQ sebelumnya. Data dari kelurahan mencatat 336 peserta resmi terdaftar, ditambah 26 official. Mereka datang dari 6 RW 20 RT se-Kelurahan Simpang Sungai Rengas. Rinciannya 204 peserta laki-laki dan 132 perempuan, mulai tingkat anak-anak, remaja, hingga dewasa.

 

Lurah Simpang Sungai Rengas, Reni Repianti, SE, menyebut ada 7 cabang 13 golongan yang dipertandingkan. Mulai tilawah, tartil, tahfidz, Musabaqoh Syarhil Qur’an, hingga Musabaqoh Fahmil Qur’an. “Ini bukan lomba musiman. Kami ingin melahirkan kader Qur’ani yang nanti bisa bicara di level kabupaten, provinsi, bahkan nasional,” ujar Reni saat dikonfirmasi di kantor kelurahan, Kamis siang.

 

*Pawai Ta’aruf Buka Kemeriahan*

Kemeriahan MTQ akan dibuka dengan pawai ta’aruf, Jumat malam pukul 20.00 WIB. Barisan ibu-ibu pengajian dari tiap RW akan berjalan kaki menuju mimbar utama sambil bershalawat. Rencananya, Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief dijadwalkan hadir membuka acara.

 

Turut diundang Ketua MUI Kabupaten Batang Hari, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Anggota DPRD Dapil 2 dan Dapil 4, Forkopimcam Maro Sebo Ulu, para kepala desa tetangga, ketua RT/RW, hingga tokoh masyarakat. “Kehadiran beliau-beliau ini bentuk dukungan nyata pemerintah pada syiar Islam di desa,” kata Reni.

 

Agar lomba berjalan lancar, panitia membagi lokasi. Selain mimbar utama di lapangan camat, empat titik lain disiapkan: Masjid Miftahul Khatami untuk cabang tahfidz, ruang kelas MIS untuk tartil anak-anak, Musholla SMPN 9 Batang Hari, dan SMA 7 Batang Hari. Pembagian ini untuk menghindari tabrakan waktu antar cabang.

 

*Dari Masjid ke Mimbar Provinsi*

Sore menjelang Magrib, Yasmin, 11 tahun, peserta cabang tilawah anak-anak, duduk di teras Masjid Miftahul Khatami. Ia mengulang-ulang surat Al-Muzzammil sambil menutup mushafnya rapat-rapat. “Deg-degan, Pak. Tapi pengin kasih yang terbaik buat kampung,” bisiknya malu-malu.

 

Kisah Yasmin mewakili harapan besar warga Simpang Sungai Rengas. MTQ tingkat kelurahan ini memang “pintu gerbang”. Juara 1 tiap golongan akan dikirim ke MTQ tingkat Kabupaten Batang Hari. Kalau lolos lagi, targetnya jelas: mewakili Batang Hari di MTQ Provinsi Jambi.

 

“Target kami bukan sekadar menang. Tapi anak-anak ini cinta Qur’an, akhlaknya bagus, dan jadi kebanggaan orang tua,” tegas Reni.

 

Tiga hari ke depan, lapangan camat akan berubah jadi madrasah terbuka. Ada yang menangis terharu saat namanya disebut juara, ada yang meneteskan air mata karena salah satu ayat. Tapi di atas semuanya, warga Simpang Sungai Rengas berharap satu hal: gemuruh takbir di penutupan nanti jadi tanda bahwa benih Qur’ani di kampung mereka tumbuh subur.

 

Reporter: Darmawan

Exit mobile version