Bupati Halmahera Barat Diduga Bohongi Dokter, Insentif Dokter 2 Bulan Belum Dibayar

Bupati Halmahera Barat Diduga Bohongi Dokter, Insentif Dokter 2 Bulan Belum Dibayar
Bupati Halmahera Barat Diduga Bohongi Dokter, Insentif Dokter 2 Bulan Belum Dibayar
Majalahglobal.com, Halmahera Barat – Diduga Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara, James Uang membohongi para dokter yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun non PNS yang bertugas di puskesmas se-Halmahera Barat.

 

Informasi yang dihimpun media ini, para dokter yang bertugas di puskesmas se-Halmahera Barat mengaku dijanjikan oleh Bupati Halbar akan membayar lunas insentif mereka, namun janji itu tak kunjung ditepati.

 

“Iya benar kami para dokter yang berstatus PNS dan Non PNS merasa dibohongi oleh Bupati yang menjanjikan akan membayar lunas insentif yang menjadi hak kami selama 5 bulan, tetapi janji itu tidak ditepati sampai saat ini,” kata para dokter melalui Zoom menggunakan layanan konferensi video berbasis cloud computing dari aplikasi yang dikutip Wartawan, pada Minggu (02/03/2025).

 

“Awalnya kami layangkan surat pada tanggal 6 Februari bahwa dokter se-Puskemas Halmahera Barat akan mogok kerja di tanggal 1 Maret 2025,” ujarnya.

 

Dari surat itu, Bupati mengundang semua dokter untuk rapat bersama dan dijanjikan akan melunasi insentif selama 5 bulan. Seiring berjalannya waktu, insentif baru dibayar 3 bulan sisanya masih 2 bulan terhitung November- Desember 2024.

 

“Sebelumnya ada dua berita yang dinaikkan oleh Media Klikfakta.id terkait insentif para dokter se-Halbar yang belum dibayarkan itu pada edisi 30 Januari 2025. Keesokan harinya, media tersebut kembali menayangkan berita kedua soal tanggapan Bupati Halbar, berjanji melunasi insentif seluruh dokter,” ucapnya.

 

Setelah ada dua berita itu, wakil bupati Halbar kembali mengundang kami untuk rapat bersama tetapi hasilnya masih saja dijanjikan untuk melunasi tunggakan insentif 2 bulan.

 

“Mereka mengaku bahwa insentif di bulan November- Desember 2024 yang belum terbayar malah hanya membayar setengah di bulan Februari, sehingga semua tenaga medis di seluruh puskesma se-Halmahera Barat, telah melakukan aksi mogok kerja sejak tanggal 1 februari 2025 hingga batas waktu yang tidak ditentukan sampai hak mereka berupa Insentif dibayar lunas,” tegasnya.

 

Selain itu, para dokter juga mengaku telah melayangkan surat tuntutan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Barat.

 

Isi surat tuntutan tersebut, para dokter Puskesmas se-Kabupaten Halmahera Barat, menuntut realisasi janji Bupati Halmahera Barat terkait pelunasan insentif mereka yang masih tertunggak.

 

“Kami telah menyampaikan surat tuntutan ke DPRD Halbar, sebab dalam pertemuan pada 31 Januari 2025 bersama Bupati, itu berjanji akan melunasi semua insentif dokter tapi tak kunjung dipenuhi,” tandasnya.

 

Dari surat ini, pihaknya mendesak DPRD Halmahera Barat untuk segera mengawal dan mendesak pemerintah daerah agar memenuhi kewajibannya.

 

“Surat yang telah di sampaikan ke DPRD Halbar lantaran merasa kesal dengan kebohongan Bupati Halmahera Barat kepada mereka terus menerus memberikan janji-janji manis,” ucapnya.

 

“Torang (kami) merasa dibohongi oleh Bupati Halmahera Barat, karena terus memberikan janji manis yang tak kunjung ditepati. Bahkan Bupati juga diduga mengancam Kadis kesehatan Novelheins Sakalaty, sehingga Kadis juga memberikan ancaman nyata kepada seluruh kepala puskesmas melalui pesan WhatsApp bahwa akan memotong gaji setiap dokter PNS maupun Non PNS jika tidak masuk kerja,” ucap para dokter.

 

Terkait hal ini, Bupati dan Wakil Bupati serta kepala dinas kesehatan Halmahera Barat, belum ada tanggapan resmi karena terkendala nomor HP sehingga berita ini diturunkan masih dalam upaya konfirmasi. (Jurnalis/Kandi)

Exit mobile version