SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto Peringati Isra Mi’raj 27 Rajab 1445 Hijriah

SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto Peringati Isra Mi'raj 27 Rajab 1445 Hijriah
Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si. saat memberikan sambutan
Majalahglobal.com, Mojokerto – SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto mengadakan peringatan isra mi’raj Nabi Muhammad SAW 27 Rajab 1445 Hijriah.
SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto Peringati Isra Mi'raj 27 Rajab 1445 Hijriah
Kebersamaan Peringatan Isra Mi’raj di SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto

Dalam acara tersebut dihadiri langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si., Kepala Sekolah, Guru dan seluruh murid SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto.

Dr. H. Akhmad Jazuli, S.H., M.Si. mengatakan, orang yang sudah mati itu inginnya hidup lagi untuk melaksanakan salat dan sedekah.

“Sedekah itu harus dipaksa. Ada suatu kejadian di masjid saat salat jumat. Saat itu ada pegawai bank naik mobil sedan. Dia lama sekali mencari uang di dompetnya dan akhirnya ketemu uang Rp 5000 lalu dimasukkan ke kotak amal masjid,” ungkap Akhmad Jazuli di SMAN 1 Gedeg Kabupaten Mojokerto, Rabu (7/2/2024).

Baca Juga :  Panitia Pemungutan Suara ( PPS ) di Nilai Tidak Bisa Bekerja,Rekapitulasi Suara di Kecamatan Tengah ilir, Banyak Coret Coret

Dijelaskannya, kemudian pegawai bank tersebut tidak sadar jika uangnya Rp 100 ribu dari dompetnya jatuh di sampingnya.

“Kemudian ada seorang kakek tua yang duduk di sampingnya pegawai bank itu yang menemukan uang Rp 100 ribu namun sengaja tidak dikembalikan ke pegawai bank tersebut. Kakek tua tersebut langsung memasukkan uang Rp 100 ribu pegawai bank tersebut ke kotak amal masjid,” jelas Akhmad Jazuli.

Lebih lanjut dikatakannya, pegawai bank itu kaget, dia yang pegawai bank hanya sedekah Rp 5000 sedangkan kakek tua yang tidak terlihat kaya justru sedekah Rp 100 ribu.

“Pegawai bank tersebut bertanya kepada kakek tua tersebut. Kakek ini sedekah Rp 100 ribu di depan saya itu memberikan contoh kepada saya atau mempermalukan saya ya. Kakek itu pun menjawab bahwa uang Rp 100 ribu yang dia masukkan ke kotak amal sebenarnya adalah uang milik pegawai bank tersebut. Dari cerita ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa sedekah itu harus dipaksa,” terang Akhmad Jazuli. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *