Rif’an Hanum Gugat PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto dan PT. Azzam Karya Sukses

Rif'an Hanum Gugat PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto dan PT. Azzam Karya Sukses
Dari kiri: Do Merda., S.H., M.H, Andri Vigianto., S.H., M.H., CLA., H. Rif'an Hanum., S.H., M.H., H. M Sholeh., S.H., M.H., Ngatimun, S.H.
Majalahglobal.com, MojokertoH. Rif’an Hanum, S.H., M.H. dan Hadi Subeno, S.H. mendapatkan surat kuasa khusus dari Ahmad Mukhibudin Aminoto. Mukhibudin merupakan pemilik Sepeda Motor Honda ADV 150 CBS tahun 2021 dengan Nopol S 2630 NBM.
Rif'an Hanum Gugat PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto dan PT. Azzam Karya Sukses
Bukti gugatan

Hanum menjelaskan, pihaknya telah mengajukan gugatan ke PN Mojokerto terhadap PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto dan PT. Azzam Karya Sukses.

 

“Pada awalnya penggugat sedang mengendarai sepeda motor miliknya. Namun secara tiba-tiba dipepet ke pinggir jalan dengan nada keras dan kasar oleh beberapa orang bersepeda motor tanpa menunjukkan identitas resmi, tanpa menunjukkan surat-surat penarikan dan dengan lantang berbicara kasar kepada penggugat,” ungkap Hanum di Kantor Hukum Awenk Hanum & Nawacita, Jalan Raya Sidoharjo 196, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/10/2023).

 

Masih kata Hanum, hal tersebut tentu membahayakan keselamatan penggugat di jalan sehingga menimbulkan kegaduhan dan keresahan di masyarakat yang melihat aksi tersebut seolah-olah penggugat merupakan seorang pencuri sepeda motor.

 

“Setelah diketahui, seseorang yang mengaku Debtcollector tersebut adalah atas suruhan dari PT. Azzam Karya Sukses. Kemudian penggugat dipaksa untuk menyerahkan sepeda motor tersebut di kantor PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto dengan cara menandatangani Berita Acara Serah Terima Kendaraan No. 9789/BAST/2023 tertanggal 21 Juli 2023,” jelas Hanum.

Baca Juga :  Pasca Pemungutan Suara, Polsek Dlanggu Intensifkan Cooling System Melalui Sambang Tokoh

 

Lebih lanjut dikatakannya, atas peristiwa tersebut penggugat merasa keberatan dan penggugat telah menyampaikan pengaduan yang teregister Nomor 18/P/BPSK.BJN/2023 yang diterima Sekretariat Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Bojonegoro (BPSK BOJONEGORO) tanggal 01 Agustus 2023 tentang adanya penarikan paksa sebelum kontrak kredit berakhir.

 

“Dalam Putusan Nomor 83/P/BPSK.BJN/2023 tertanggal 14 Agustus 2023 yang telah menjatuhkan putusan dengan amar mengabulkan gugatan konsumen,” ungkap Hanum.

 

“Isi putusannya, penggugat melunasi seluruh tunggakan angsuran dan melanjutkan sisa angsuran sampai dengan kontrak kredit berakhir. Kemudian memerintahkan agar PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto menyerahkan sepeda motor Honda ADV dengan Nomor Polisi S 2630 NBM yang menjadi agunan kredit penggugat yang telah ditarik paksa setelah penggugat melaksanakan kewajiban sesuai dengan isi putusan,” tambah Hanum.

Rif'an Hanum Gugat PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto dan PT. Azzam Karya Sukses
Pokok Perkara

Lebih jauh dikatakannya, sesuai Putusan BPSK Nomor 83/P/BPSK.BJN/2023 tertanggal 14 Agustus 2023, PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto tidak mau mematuhi putusan tersebut.

 

“Atas peristiwa tersebut penggugat mengalami kerugian materiil kehilangan sepeda motornya senilai Rp 36 juta. Sampai gugatan ini diajukan ke PN Mojokerto sepeda motor milik penggugat masih ditahan dari tanggal 21 Juli 2023 di Kantor PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto sehingga penggugat maupun keluarganya tidak bisa memanfaatkan sepeda motornya,” papar Hanum.

 

Baca Juga :  Tragis !!! Caleg Tulungagung Partai Golkar, Meninggal Dunia Usai Kecelakaan Lalu Lintas

Dikatakan Hanum, penggugat telah mengeluarkan biaya dalam Pengaduan ke BPSK Bojonegoro serta mengikuti sidang offline di Bojonegoro dengan total kerugian materiil sebesar Rp 10 juta yang dikeluarkan selama mengikuti persidangan tersebut.

 

“Selain itu, penggugat telah mengeluarkan pembiayaan untuk menyewa Jasa Advokat selama menghadapi permasalahan ini sebesar Rp 15 juta. Sehingga total kerugian material sejumlah Rp 61 juta,” tutur Hanum.

Rif'an Hanum Gugat PT. Mandiri Utama Finance Cabang Mojokerto dan PT. Azzam Karya Sukses
Subsidair

Sementara untuk kerugian Immateriil, lanjutnya, penggugat mengalami tekanan batin maupun rasa was-was dihantui oleh perilaku semena-mena debt collector yang menyebabkan kehidupan psikologi penggugat selalu bertengkar dengan istrinya.

 

“Hal tersebut tentu mengakibatkan kinerja penggugat menurun drastis. Maka menjadi kewajaran jika penggugat mendalilkan kerugian Immateril jika dikonversi dengan nilai uang yaitu sebesar Rp 100 juta,” pungkas Hanum. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *