Warga Desa Janti Tulangan Demo, Ada Indikasi Kepala Desa Janti Selewengkan Anggaran Uang Sewa TKD

SIDOARJO,majalahglobal.com – Warga Desa Janti Kecamatan Tulangan melakukan aksi demo di halaman Kecamatan Tulangan pagi tadi dengan penjagaan sejumlah anggota Aparat Polsek Tulangan dan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Tulangan,Kamis (15/9/2022).

 

Aksi tersebut menindak lanjuti atas laporan secara tertulis melalui surat kaleng yang disampaikan oleh perwakilan warga masyarakat desa Janti atas dugaan Kepala Desa Dan Perangkatnya dengan penyalahgunaan anggaran dana dari Sewa Tanah Kas Desa selama tahun 2016 sampai tahun 2022,dan ini dibenarkan oleh ketua kordinator Aksi dilapangan H.Surahman.

 

Saat itu H.Surahman menyampaikan di depan wartawan aksi ini kami lakukan demi tegaknya hukum yang seadil adilnya dan transparansi dalam penggunaan anggaran Sewa Tanah Kas Desa selama 6 tahun kepada masyarakat Janti khususnya.

 

“Sesuai data yang kami himpun dari beberapa laporan Anggaran tersebut senilai Rp.565.000.000,- (Lima Ratus Enam Puluh Lima Juta Rupiah),menurut keterangan dibagi bersama perangkatnya oleh Kepala Desa untuk keperluan pribadi. Kalau memang dikembalikan secara utuh tentunya ada laporan secara terbuka dan kiranya di musyawarahkan bersama,” ungkap Surahman.

Baca Juga :  Peringati Hari Gizi Nasional, Gus Muhdlor : Penuhi Protein Hewani, Menuju Zero Stunting

 

Akhirnya beberapa perwakilan Aksi tersebut dipersilahkan masuk untuk kordinasi bersama Anggota Forkopimka dari Camat Tulangan Didik Widoyoko, S.Sos. M.MT, Danramil Tulangan Kapten Inf. H.Moh.Said serta Kapolsek Tulangan AKP. A. Agung, GPW dan 5 orang perwakilan warga Desa ikut kordinasi diruangan Kantor Camat.

Camat Tulangan Didik Widoyoko, S.Sos. M.MT, saat wawancara dengan Wartawan menyampaikan bahwa tadi ada beberapa warga Desa Janti yang bersilahturahmi.

 

“Saya tidak bilang demo. Bersilahturahmi ke kami di Forkopimka intinya mohon penjelasan proses yang sudah dilakukan dan kami sampaikan yang kami lakukan. Kemudian Alhamdulillah sudah ada pemahaman dari warga bahwa memang yang sudah kita lakukan sesuai dengan apa yang menjadi kewenangan kita khususnya. Dan warga hanya menanyakan mekanisme dan proses. Kemudian sudah kami jelaskan. Pak Kapolsek juga sudah menjelaskan. Jadi itu yang dilalui oleh warga. Terkait proses, kami tidak bisa berandai – andai. Semua ada kewenangannya sendiri. Karena itu ada yang menangani dibidangnya sendiri, ada institusinya sendiri. Tentu kami tidak bisa berandai-andai dalam prosesnya begini – begini,”ucap Camat.

Baca Juga :  FKUB dan PD Muhammadiyah Kabupaten Pacitan Apresiasi Kinerja TNI Polri Pada Pengamanan Pemilu 2024

 

“Persoalan ke Ranah Hukum atau tidak kewenangannya di aparat penegak hukum tinggal apa yang kita jelaskan ke warga tadi, apakah mereka melakukan itu ya terserah warga, yang penting mekanisme sudah kami sampaikan, dan proses dikecamatan sudah kami lakukan semua di level pembinaan,dan dikewenangan kami selaku camat itu hanya pembinaan,”tutupnya. (sgi/mg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *