Berkas Perkara Oknum Ustaz Cabul Dinyatakan P21 Oleh Kejari Kabupaten Mojokerto

Berkas Perkara Oknum Ustaz Cabul Dinyatakan P21 Oleh Kejari Kabupaten Mojokerto
Oknum Ustaz Cabul saat tiba di Kejari Kabupaten Mojokerto

Majalahglobal.com, Mojokerto – Polres Mojokerto menyerahkan Rudianto alias Ustaz Dian (40), tersangka pencabulan 3 murid laki-laki kepada jaksa setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap (P21). Selanjutnya, ustaz TPQ di Kecamatan Sooko, Mojokerto itu akan menjalani persidangan.

 

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Gondam Prienggondhani mengatakan berkas perkara Ustaz Dian dinyatakan P21 oleh kejaksaan pada Rabu (14/9). Sehingga hari ini pihaknya melakukan tahap 2, yakni melimpahkan tersangka dan barang bukti kepada jaksa. Ustaz Dian yang dikawal dua penyidik tiba di kantor Kejari Kabupaten Mojokerto, Jalan RA Basuni, Sooko sekitar pukul 10.30 WIB. Ia memakai kopiah dan baju tahanan oranye. Kedatangan tersangka langsung disambut istrinya yang menggendong bayi.

 

“Untuk oknum ustaz cabul sudah kami laksanakan tahap 2 hari ini ke Kejari Kabupaten Mojokerto. P21 kemarin,” ujar Gondam kepada wartawan di Mapolres Mojokerto, Kamis (15/9/2022).

 

Gondam menjelaskan pencabulan yang dilakukan Ustaz Dian terhadap 3 murid laki-lakinya memang tidak meninggalkan bekas pada tubuh korban. Namun, penyidik telah mengumpulkan sejumlah alat bukti untuk menjerat tersangka di pengadilan. Antara lain keterangan para korban, keterangan para saksi, serta hasil tes psikologi tersangka dan para korban. Menurutnya, Ustaz Dian mengalami trauma masa kecil karena kekerasan di dalam rumah tangga. Tersangka mempunyai kecenderungan menyalurkan rasa sayang terhadap remaja laki-laki lewat perbuatan cabul.

 

“Menurut keterangan pelaku untuk mengecek akil balig. Namun, pelaku sebenarnya punya rasa sayang kepada para korban. Hanya cara penyampaiannya salah, dengan cara melakukan pencabulan kepada para korban,” ungkapnya.

Baca Juga :  Distribusi Logistik Pemilu di Daerah Terpencil Pakai Kuda, Polres Jember Lakukan Pengawalan Jalan Kaki

 

Pelimpahan Ustaz Dian beserta barang bukti pencabulan 3 murid TPQ telah diterima jaksa penuntut umum Kejari Kabupaten Mojokerto. Jaksa lantas menahan tersangka di Rutan Polres Mojokerto sambil menanti jadwal persidangan.

 

Di lain sisi, jaksa penuntut umum juga menyiapkan materi dakwaan untuk sidang perdana Ustaz Dian di Pengadilan Negeri (PN) Mojokerto.

 

“Hari ini kami telah menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti dari penyidik atas nama Rudianto alias Ustaz Dian. Benar korban tetap 3 orang,” ungkap Kasipidum Kejari Kabupaten Mojokerto Ivan Yoko.

 

Ustaz Dian mencabuli 3 murid laki-lakinya di kantor TPQ yang ia pimpin dalam kurun waktu Januari-Februari 2022. Para korban tinggal di desa yang sama dengan tersangka yakni di salah satu desa wilayah Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

 

Dua korban remaja laki-laki berusia 12 tahun, sedangkan 1 korban remaja laki-laki berusia 14 tahun. Salah satu korban berusia 12 tahun diketahui 5 kali dicabuli Ustaz Dian. Korban lain berusia sama 10 kali dicabuli. Demikian halnya korban berusia 14 tahun yang juga 10 kali dicabuli sang ustaz.

 

Dalam aksinya, tersangka memanggil korban secara bergiliran ke dalam kantor TPQ pada jam mengaji atau ketika berlatih selawat Al Banjari. Saat itulah Ustaz Dian menggunakan modus mengecek apakah korban sudah cukup umur (balig) atau belum.

Baca Juga :  Terjun langsung Pimpin Pengamanan Penyaluran Bansos, Kapolsek Dlanggu Terima Penghargaan

 

Tersangka yang merupakan bapak 2 anak mencabuli korban dengan dalih membuat mereka mencapai balig sembari mencekoki korban dengan video porno menggunakan ponsel miliknya.

 

Kasus ini mulai mencuat setelah korban mengadukan perbuatan Ustaz Dian kepada orang tua masing-masing pada April 2022. Para orang tua korban akhirnya melaporkan Ustaz Dian ke Polres Mojokerto pada 10 Mei lalu.

 

Polisi menetapkan Ustaz Dian sebagai tersangka pada Jumat (1/7). Hari itu juga ia ditahan di Rutan Polres Mojokerto. Ia dijerat dengan pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) juncto pasal 76E juncto pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *