mahkota555

Kesultanan Bacan Minta Polisi Percepat Kasus Meninggalnya Warga Kasdam

Kesultanan Bacan Minta Polisi Percepat Kasus Meninggalnya Warga Kasdam
Ir. Ibnu Tufail saat diwawancarai wartawan majalahglobal.com

Majalahglobal.com, Halsel – Kesultanan Bacan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara meminta pihak kepolisian Daerah Polda Maluku Utara Resert Polres Halmahera Selatan (Halsel) melalui Polsek Indari Kecamatan Kasiruta Timur (Halsel) yang menangani kasus atas meninggalnya Warga Kasiruta Dalam (Kasdam) dipercepat.

 

Pasalnya, kasus tersebut yang viral di media sosial sejak hilangnya korban pada tanggal 1 Mei 2022 dan Tanggal 3 Mei 2022 ditemukan sebagian organ tubuh diduga milik AIA (Korban).

 

Organ tubuh yang ditemukan antara lain berupa Tulang Rusuk, hati, Gale-Gale Perut dan Tulang belakang terdapat bekas potongan benda Tajam diduga kuat korban dibunuh dengan cara dimutilasi.

 

Selain itu, terlihat Perahu Katinting milik Korban yang hancur dibagian kiri depan hingga ke bagian tengah samping kiri luar itu, status kasus masih Laporan Polisi orang hilang (LPOH), Rabu (25/05/22).

 

Permintaan pertama dan terakhir kali ini, disampaikan Sultan Bacan melalui Ir. Ibnu Tufail merupakan juru tulis RAA. Kesultanan Bacan mengatakan bila kasus ini tidak dipercepatnya maka dikhawatirkan menimbulkan persoalan baru.

 

“Kami menghawatirkan terkait kasus ini dapat memicu kemarahan pihak keluarga besar Almarhum yang nantinya menimbulkan masalah baru bila kasus ini tidak dipercepat,” ujar Tufail, Kamis (26/05/22).

 

Apa lagi kasus ini sudah cukup lama dan keluarga Korban menyetujui melakukan Otopsi organ tubuh yang sudah di makam kan, maka pihak kepolisian sudah dapat mengambil langkah melakukan penggalian untuk diotopsi

 

“Kami juga berharap siapapun dia agar tidak mengontrovensi untuk menghambat penyelidikan pihak kepolisian sehingga semuanya berjalan dengan maksimal sesuai hukum yang berlaku,” pinta Tufail.

 

Dengan begitu awak media mempertanyakan terkait keberadaan Buaya di Desa Kasiruta Dalam sejak jaman kesultanan Bacan, Tufail membenarkan bahwa sepanjang sejarah belum pernah manusia diterkam buaya.

 

“Sepanjang sejarah belum ada manusia diterkam buaya di Desa Kasdam, kami juga merasa aneh dengan kasus ini dan melihat sejumlah Warga terjun ke kali melakukan pencarian di lokasih hilangnya korban tetapi tidak ada Warga yang diterekam buaya. Namanya daging ketika dimakan Buaya tidak akan ditinggalkan begitu saja, jadi agak aneh jika buaya tinggalkan daging organ tubuh seperti hati dan Gale-Gale perut yang ditemukan. Jika kasus tersebut merupakan perbuatan Manusia maka orang itu tidak akan tenang dan selalu terganggu alam pikirannya atas perbuatan yang ia lakukan maupun dilihat seseorang yang tidak ia lakukan,” jelas Tufail. (Kandi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *