mahkota555

Bukan Kaleng-kaleng! Pemkot Mojokerto Cetak 80 Tenaga Kerja Siap Tempur, dari Digital Marketing Sampai Teknisi AC

Kota Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto tancap gas menyiapkan tenaga kerja yang terampil dan berdaya saing tinggi. Melalui program Pelatihan Berbasis Kompetensi yang bersinergi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Mojokerto, Pemkot membekali masyarakat dengan skill yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja saat ini.

 

 

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita turun langsung meninjau pelaksanaan pelatihan tersebut, Selasa (22/9/2026). Tak hanya melihat, Ning Ita juga berdialog langsung dengan para peserta mengenai proses pembelajaran dan keterampilan yang mereka dapatkan.

 

Pada Batch II tahun 2026 ini, sebanyak 80 peserta mengikuti pelatihan yang terbagi dalam lima bidang kompetensi kekinian, yakni Pemasaran Digital, Teknisi AC Residensial, Pembuatan Batik Tulis, Pemasangan Instalasi Listrik Bangunan Sederhana, serta Pengelola Administrasi Perkantoran.

 

Sebelumnya, Batch I telah sukses digelar pada Juli 2026 dengan jumlah peserta sebanyak 96 orang. Mereka mengikuti pelatihan pada enam bidang kompetensi, yaitu Tata Boga, Processing Pembuatan Roti dan Kue, Desain Grafis Muda, Computer Technical Support, Tata Rias Kecantikan (Make Up Artist/MUA), serta Service Sepeda Motor Injeksi.

 

Dalam peninjauannya, Ning Ita menegaskan bahwa pelatihan berbasis kompetensi ini menjadi kunci penting untuk menyiapkan masyarakat agar memiliki keterampilan yang bisa langsung diterapkan.

 

“Pelatihan ini bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana keterampilan yang diperoleh benar-benar bisa menjadi bekal untuk bekerja, membuka usaha, maupun meningkatkan kapasitas diri,” kata Ning Ita.

 

Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan bahwa program cerdas ini memanfaatkan anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan telah berjalan sejak tahun 2024 dengan hasil yang sangat memuaskan.

 

“Pada 2024, pelatihan berbasis kompetensi diikuti oleh 257 peserta, 92 orang telah bekerja dan 107 orang berwirausaha. Tahun 2025, jumlah peserta meningkat menjadi 400 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 153 orang telah bekerja dan 102 orang berwirausaha,” terangnya.

 

Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa pelatihan BLK tidak sekadar formalitas, tapi benar-benar mampu mengentaskan pengangguran dan melahirkan wirausahawan baru.

 

Ia berharap seluruh peserta Batch II tahun 2026 dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk meningkatkan kemampuan.

 

“Harapannya, setelah selesai mengikuti pelatihan, ada langkah berikutnya. Ada yang terserap di dunia kerja, ada yang mengembangkan usaha sendiri, sehingga keterampilan yang diperoleh benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan,” pungkasnya.

 

Melalui pelaksanaan pelatihan secara berkelanjutan, Pemkot Mojokerto berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan kerja, mampu meningkatkan produktivitas, serta memiliki peluang yang lebih luas untuk bekerja maupun membangun usaha secara mandiri. (Jay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *