mahkota555

Hak Guru, Orang Tua Dan Siswa Tolak MBG Di Halsel, Orang Tua: Ada Korban Siapa Tanggung Jawab?

Halsel – Selain Guru di sekolah, orang tua dan siswa-siswi diperbolehkan menolak atau mengembalikan paket Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah tidak memaksakan partisipasi, dan jatah makanan dapat dialihkan ke sekolah atau anak lain yang lebih membutuhkan.

 

 

Berdasarkan dari keterangan berbagai sumber secara lisan, tulisan yang di terima Media ini.

 

Menyebutkan, alasan penolakan seringkali karena kekhawatiran gizi, keamanan makanan (kasus keracunan), atau merasa tidak membutuhkannya.

 

Khususnya di Halmahera Selatan, sempat viral di Media Sosial atas penemuan ulat belulang dalam Makanan Bergizi Gratis.

 

Hal ini juga turut dibenarkan oleh Kadis Kesehatan Halsel, Asia Hasyim saat di Wawancara Wartawan beberapa waktu lalu.

 

Menurutnya, akibat dari ditemukan ulat dalam MBG di beberapa sekolah yang di sajikan kepada siswa siswi, sehingga pihaknya menutup 7 dapur MBG yang tidak memenuhi prosedur.

 

Beberapa orang tua siswa di salah satu sekolah di Desa Babang Kec. Bacan Timur, yang enggan menyebutkan namanya turut mempertanyakan siapa yang akan bertangung jawab apabilah jatuh korban atas MBG yang disajikan kepada siswa siswi?

 

“Siapa yang akan mempertanggung jawabkan jika terjadi keracunan makanan MBG di Halmahera Selatan, yang diberikan kepada siswa dan siswai,” Tanya orang tua siswa

 

Mereka menegaskan, jika hal tersebut terjadi kepada anak anak mereka yang nantinya jatuh korban jiwa, maka nyawa diganti dengan nyawa.

 

“Jika keracunan terjadi kepada anak kami kehilangan nyawa akibat keracunan MBG, kami akan menuntut nyawa diganti nyawa,” Tegasnya.

 

Pentingnya penolakan MBG, Hak untuk Menolak, Pihak sekolah, murid, atau orang tua murid diperbolehkan menolak atau mengembalikan makanan jika dianggap tidak sesuai standar, tidak layak, atau tidak dibutuhkan.

 

Sementara alasan penolakan, sejumlah wali murid menolak karena kekhawatiran atas keamanan makanan (kasus keracunan), ketidaksesuaian menu, atau kekhawatiran akan dampak dapur sekolah terhadap kenyamanan belajar siswa.

 

Kekhawatiran Salah Sasaran, di beberapa sekolah, terutama sekolah swasta atau sekolah dengan mayoritas murid mampu, orang tua merasa program ini kurang tepat sasaran.

 

Pengalihan Jatah, Jika orang tua menolak, porsi makanan tersebut dapat dialihkan kepada anak lain bagi yang membutuhkan.

 

Penolakan Sekolah, Sekolah juga memiliki hak untuk tidak menerima program ini, seperti yang terjadi di beberapa sekolah di daerah lain.

 

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *