mahkota555

Oknum Kades Popa Ceda Diduga Tidak Transparan kepada Masyarakat, Inpektorat Diinta Segera Mengaudit Kades Popa Ceda

Majalahglobal.com, Halsel – Pemerintah Desa Popa Ceda Kecamatan Gane Barat Halmahera Selatan (Hal Sel) Maluku Utara (Malut) kepala desa Amir Wael diduga tidak transparansi kepada masyaraka soal Dana dasa (DD) tahun 2023 sampai tahun 2024.

 

 

Diduga ketidaktranparansi dana desa (DD) tahun 2023-2024 tersebut kades Amir Wael,, masyarakat popa ceda mendesak kepada pemerintah daerah dalam hal ini inspektoran Ilham Abubakar agar segera meng audit kades Amir Wael untuk mempertanggung jawabkan dana desa (DD) tahun 2023 dan 2024..

 

Salah seorang warga masyarakat desa popa ceda yang tidak disebutkan namanya mengatakan, pada tahun 2023 hasil musyawarah Desa (Musdes) BPD dan pemerintah desa telah menganggarkan 200 juta rupiah untuk pengadaan meteran lampuh,,akan tetapi meteran tersebut tidak di adakan oleh kades,,dengan alasan pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait tidak mengijinkan untuk pengadaan meteran.

 

“Hasil musdes itu BPD dan Pemdes so anggarkan 200 juta untuk pengadaan meteran lampu,,dan kades dia pigi mo balanja meteran di labuha. Kades bale dari labuha dan bikin rapat di kantor desa. ades bilang untuk meteran tara bisa balanja saya kordinasi deng pemerintah daerah dalam hal ini dinas terkait dorang bilang tara bisa kalu meteran,,sampe dalam rapat itu torang baku malawang dan kades kase tau cuma bilang pemda tara kase ijin dan aneh nya kades tara mau sebut nama dina tetkait,,kades cuma bilang dinas terkait saja,” Ungkap warga.

 

Padahal waktu bupati turun di desa popa ceda torang masyarakat tanya di pak bupati soal pengadaan meteran lewat anggaran desa,, pak bupati bilang bisa,,tapi yang aneh nya kades sandiri yang bilang tara bisa untuk pengadaan metearan lampu..Jelas nya.

 

Hingga dana 200 juta tersebut di alokasika ke ketahanan pangan untuk pembelanjan supraer deng obat polaris pemati rumput dan juga sebagian bibi bawang,,tapi anggaran 200 juta itu di pake balanja untuk kebutuhan ketahanan pangan itu tara sampe 200 juta yang di pake cuma kurang lebih 100 juta saja..jelas warga.

 

Pada musyawara desa (musdes) perubahan anggaran kembali BPD dan Pemdes menganggarkan 29 unit meteran untuk 29 rumah warga,,sementara kades Amir Wael awalnya menyebut bahwa meteran tidak bisa di adakan kareran pemda tidak mengijinkan..

 

Waktu (Musdes) pertama pemdes anggarkan 200 juta untuk pengadaan meteran,,tapi kades bilang tara bisa di adakan karna pemda tara kase inji,,sedangkan musdes kedua untuk perubahan anggaran dong kase masuk lagi meteran 29 unit dan itu sudah di belanjakan oleh kades,,sedangkan awal nya kades bilang tara bisa karna pemda atau dinas terkait tara kase injin pengadaan meteran lampu,, ini so tara jelas..Ungkap warga kepada wartaw.

 

Selebih nya lgi kata warga,,kades dan sekdes yang melakukam pembelanjaan kebutuhan pangan yang seharus nya bendahara juga ikut belanja tetapi kades dan sekdes tidak melibatkan bendahara desa..

 

Balanja kebutuhan pangan tu kades dan sekdes yang balanja samua dong tara bawa bebdahara..ungkap nya.

 

Selanjut nya anggaran tahun 2024,,yang di alokasikan untuk pembangunan fisik pagar Mesjid namun yang di bangun oleh kades tidak sesuai dengan rap sehingga pemuda dan mahasiswa kembali menggelar aksi besar besaran,,untuk mencegah kades Amir wael..

 

Anggaran 2024 kades bangun pagar mesjid tapi dong karja tidak sesuai rapa sehingga pemuda dan mahasiswa buat demo di desa untuk cegah kades,,Amir Wael..tutup warga..

 

Wartawan telah berkonnfirmasi dengan kadea amir wael,,namun jawaban kades,,itu tidak benar,,sehingga berita ini ditayangkan.

 

(Ali/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *