Bangun Harapan dari Balik Jeruji, Lapas Kelas I Bandar Lampung Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan bagi Warga Binaan
BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Bandar Lampung terus memperkuat program pembinaan kepribadian melalui bidang pendidikan. Salah satunya dengan menyelenggarakan pembelajaran pendidikan kesetaraan atau sekolah paket bagi warga binaan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lapas Kelas I Bandar Lampung, Rabu (28/10/2026), bekerja sama dengan PKBM Nusa Indah.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk melanjutkan pendidikan, meningkatkan pengetahuan, serta mempersiapkan diri agar dapat kembali ke tengah masyarakat dengan bekal yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui program pendidikan kesetaraan, warga binaan berkesempatan mengikuti pembelajaran sesuai jenjang pendidikan yang dibutuhkan, yakni Paket A, Paket B, maupun Paket C. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kompetensi akademik sekaligus menumbuhkan kedisiplinan, kepercayaan diri, dan motivasi untuk memperbaiki masa depan.
Pelaksanaan kegiatan berada dalam pengawasan staf pembinaan, Fitra Herdi, guna memastikan proses pembelajaran berlangsung tertib dan sesuai dengan program pembinaan yang telah direncanakan.
Kepala Lapas Kelas I Bandar Lampung, Ike Rahmawati, menegaskan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, kesempatan belajar perlu terus diberikan agar warga binaan dapat mengembangkan potensi diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
“Pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan. Kami ingin warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meraih cita-cita mereka. Melalui program sekolah paket ini, kami berharap mereka dapat menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk berbenah, memperbaiki diri, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Ike Rahmawati.
Ia berharap program pendidikan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dapat menumbuhkan optimisme dan semangat warga binaan untuk terus berkembang. Pendidikan, menurutnya, menjadi salah satu fondasi dalam membangun perubahan positif dan mempersiapkan kemandirian setelah menjalani masa pidana.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Pembinaan, Gatot Suariyoko, menyampaikan bahwa program sekolah paket tidak hanya berorientasi pada pencapaian pendidikan formal, tetapi juga pada pembentukan karakter dan peningkatan kualitas diri warga binaan.
“Program sekolah paket ini bukan hanya tentang memperoleh ijazah, tetapi juga tentang membangun pola pikir, menumbuhkan kedisiplinan, dan membuka wawasan warga binaan. Kami ingin mereka memahami bahwa kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri selalu terbuka. Harapannya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program ini dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan produktif setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Gatot Suariyoko.
Menurutnya, pembelajaran yang diikuti secara konsisten diharapkan dapat mendorong warga binaan mengenali potensi diri, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta membangun kebiasaan positif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Kerja sama antara PKBM Lapas Kelas I Bandar Lampung dan PKBM Nusa Indah menjadi salah satu bentuk sinergi dalam mendukung akses pendidikan kesetaraan di lingkungan pemasyarakatan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan proses pembelajaran sehingga warga binaan memiliki kesempatan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan akademiknya.
Melalui program ini, Lapas Kelas I Bandar Lampung berupaya menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas. Pendidikan diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademik, tetapi juga memperkuat kesiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan bertanggung jawab.
Dengan dukungan jajaran pembinaan dan kerja sama dengan lembaga pendidikan masyarakat, program sekolah paket diharapkan terus menjadi bagian dari pembinaan yang berorientasi pada pengembangan potensi manusia serta kesiapan warga binaan untuk kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.
Oleh: Andi Raya










