mahkota555

Ditjenpas Uji Petik Layanan Perawatan Paliatif di Lapas Metro, Komitmen Tingkatkan Kesehatan Warga Binaan

Ditjenpas Uji Petik Layanan Perawatan Paliatif di Lapas Metro, Komitmen Tingkatkan Kesehatan Warga Binaan

METRO, majalahglobal.com – Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) melaksanakan uji petik terhadap pelayanan perawatan paliatif di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk menggali informasi mengenai pelaksanaan perawatan bagi warga binaan dengan penyakit kronis sekaligus mengidentifikasi kebutuhan serta kendala pelayanan kesehatan di lingkungan lapas.

Didampingi dokter Lapas Metro, dr. Tiara Qornela Azqinar, tim Ditjenpas meninjau klinik lapas dan melakukan pendalaman terkait penanganan warga binaan yang mengalami penyakit kronis atau serius, termasuk HIV, kanker, dan penyakit lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim turut menggali informasi mengenai ketersediaan sarana dan prasarana klinik, pelaksanaan pelayanan medis, serta berbagai kendala yang dihadapi tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan kepada warga binaan.

Perawatan paliatif merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang bertujuan meringankan keluhan, mengendalikan gejala, serta menjaga kualitas hidup pasien dengan penyakit serius. Pelayanan ini tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kenyamanan dan kondisi psikologis pasien.

Dokter Lapas Metro, dr. Tiara Qornela Azqinar, menyampaikan bahwa kegiatan uji petik tersebut menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pelaksanaan pelayanan kesehatan yang telah berjalan sekaligus memperoleh masukan guna meningkatkan kualitas perawatan bagi warga binaan.
“Tim menanyakan bagaimana penanganan kami terhadap Warga Binaan dengan penyakit kronis, kondisi sarana dan prasarana, serta kendala yang kami hadapi di lapangan. Semua sudah kami sampaikan apa adanya. Masukan dari tim tentu sangat berguna untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Lapas Metro,” ujar dr. Tiara.

Ia menjelaskan, penanganan pasien dengan penyakit kronis membutuhkan perhatian menyeluruh, baik dari sisi pengobatan maupun dukungan untuk menjaga kenyamanan dan kondisi psikologis pasien.
“Pasien dengan penyakit kronis tidak hanya membutuhkan pengobatan, tetapi juga dukungan agar tetap merasa nyaman dan memiliki semangat. Untuk kasus tertentu, kami juga berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan di luar lapas,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Tetra Destorie, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan pendampingan yang dilakukan tim Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas. Menurutnya, uji petik tersebut menjadi bagian penting dalam mengidentifikasi aspek pelayanan yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan.
“Kami berterima kasih atas kunjungan tim Direktorat Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi. Uji petik ini membantu kami melihat apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu dibenahi. Setiap masukan akan segera kami tindak lanjuti,” ujar Tetra.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan hak atas pelayanan kesehatan bagi warga binaan merupakan perhatian penting dalam penyelenggaraan pemasyarakatan, termasuk bagi mereka yang membutuhkan perawatan akibat penyakit kronis.
“Warga Binaan dengan penyakit kronis harus mendapatkan perhatian dan perawatan yang manusiawi. Kami berkomitmen terus meningkatkan layanan kesehatan, baik dari sisi tenaga kesehatan, sarana prasarana, maupun koordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait,” ungkapnya.

Melalui kegiatan uji petik ini, Lapas Kelas IIA Metro diharapkan dapat terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi warga binaan, khususnya dalam penanganan penyakit kronis, melalui evaluasi berkelanjutan, pemenuhan kebutuhan fasilitas, serta koordinasi dengan fasilitas kesehatan terkait.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *