mahkota555

Program PELITA Harita Nickel: Jalan Baru Anak Muda Obi Masuk Dunia Industri Nikel

Maluku Utara — Kantor Gubernur Maluku Utara di Sofifi pagi itu tampak berbeda. Belasan anak muda dengan pakaian rapi berjalan memasuki gedung pemerintahan. Mereka bukan pejabat. Mereka adalah peserta Program Pelatihan Keterampilan Pemuda Obi, atau PELITA Batch IV dan V, yang baru saja menyelesaikan pendidikan vokasi.

 

Hari itu, Rabu, menjadi seremoni kelulusan bagi mereka. Dari ruang kelas pelatihan di Pulau Obi, Halmahera Selatan, mereka kini berdiri di pusat pemerintahan provinsi. Di tangan mereka ada sertifikat. Di kepala mereka ada keterampilan baru.

 

Salah satunya Dede Devril, 22 tahun, asal Desa Kawasi, Pulau Obi. Selama beberapa bulan ia mempelajari pengoperasian overhead crane, alat berat yang banyak digunakan di kawasan industri. Ia juga dibekali materi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, atau K3.

 

“Hari ini saya senang sekali bisa berada di Kantor Gubernur. Kami diwisuda di sini dan dihadiri langsung Ibu Gubernur Sherly Tjoanda serta pihak Harita Nickel,” kata Dede usai acara.

 

Bagi Dede, kemampuan mengoperasikan crane dan pemahaman K3 adalah dua hal penting. “Ini bekal saya untuk bisa masuk ke industri. Apalagi di Obi sekarang banyak industri nikel. Kami ingin bisa ikut berkontribusi, tapi dengan cara yang aman,” ujarnya.

 

Cerita serupa datang dari Sri Ayuni Zakaria. Ia menyebut PELITA membuka ruang belajar yang sebelumnya tidak mudah dijangkau anak muda di pulau terluar.

“Saya bangga bisa ikut. Banyak ilmu baru yang kami dapat. Terima kasih kepada Harita Nickel yang sudah memberi kesempatan. Semoga ke depan semakin banyak teman-teman di Obi yang bisa merasakan hal yang sama,” kata Sri.

 

*Apresiasi Pemerintah Provinsi*

Program PELITA digagas PT Harita Nickel sebagai bagian dari program pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Halmahera Selatan.

 

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, yang hadir mewakili Gubernur, menyampaikan apresiasi. Ia menyebut peningkatan keterampilan generasi muda adalah kunci pembangunan daerah.

 

“Saya mengapresiasi Harita Nickel atas beasiswa vokasi PELITA ini. Selamat untuk anak-anak yang sudah menyelesaikan studinya,” ucap Sarbin.

 

Lebih lanjut, Sarbin menegaskan posisi investor sebagai mitra strategis pemerintah. “Sesuai arahan Ibu Gubernur Sherly Tjoanda, kami butuh investor yang tidak hanya berinvestasi, tapi juga menjadi bagian dari masyarakat. Salah satunya dengan membuka akses peningkatan kapasitas bagi anak muda,” jelasnya.

 

*Pulang Membawa Bekal*

Usai wisuda, para peserta kembali ke Pulau Obi. Yang mereka bawa bukan hanya selembar sertifikat. Ada keterampilan teknis, ada pemahaman tentang standar kerja industri.

 

Direktur Utama Harita Nickel, Roy Arman Arfandy, mengatakan perusahaan menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. “Bagi kami, Maluku Utara adalah rumah. Investasi pada kapasitas generasi muda adalah prioritas agar mereka bisa mengambil peran di masa depan daerahnya sendiri,” kata Roy.

 

Bagi 20 anak muda itu, satu hari di Sofifi menjadi titik awal. Dari Obi ke Sofifi untuk belajar, lalu kembali ke Obi untuk bekerja dan membangun.

 

Perjalanan mereka, kata Dede, “baru saja dimulai.”

 

Jurnalis: Kandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *