mahkota555

Perkuat Sinergi Pembinaan Warga Binaan, Lapas Narkotika Bandar Lampung Gandeng APH dan Perguruan Tinggi

Perkuat Sinergi Pembinaan Warga Binaan, Lapas Narkotika Bandar Lampung Gandeng APH dan Perguruan Tinggi

BANDAR LAMPUNG, majalahglobal.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung memperkuat sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), perguruan tinggi, serta sejumlah stakeholder melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS), pembukaan Pelatihan Da’i, dan peresmian Klinik Pratama BPJS Kesehatan di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, Way Huwi, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan pembinaan dan pelayanan kepada warga binaan pemasyarakatan (WBP), khususnya melalui kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.

Acara diawali dengan penampilan marawis Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Ustadz Dava. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Dalam sambutannya, Kalapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung Jumadi menegaskan bahwa kerja sama lintas lembaga merupakan bagian penting dalam menghadirkan pembinaan yang lebih optimal bagi warga binaan.
“Alhamdulillah, melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, kami terus berupaya memberikan pembinaan secara maksimal kepada warga binaan. Pelatihan Da’i, peresmian layanan kesehatan BPJS, serta berbagai program kerja sama yang kita laksanakan bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan di dalam Lapas.”ujar Kalapas Narkotika.

Jumadi menambahkan, pembinaan warga binaan membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar proses reintegrasi sosial dapat berjalan secara lebih efektif.
“Kami ingin memastikan bahwa warga binaan mendapatkan haknya secara baik, baik dalam aspek pembinaan kepribadian, kerohanian, kesehatan maupun keterampilan. Karena itu, sinergi dengan APH, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, fasilitas kesehatan, dan stakeholder lainnya harus terus diperkuat. Harapannya, warga binaan dapat mengikuti proses pembinaan dengan sungguh-sungguh dan memiliki bekal positif ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.”tandas jumadi.

Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Pol. Budi Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika semakin kompleks sehingga membutuhkan penanganan secara bersama-sama.
Ia menyebut terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian serius dalam penanggulangan kejahatan, termasuk terorisme, korupsi, dan narkotika.
Budi menekankan pentingnya koordinasi, kolaborasi, dan sinergi antarlembaga serta keterlibatan masyarakat dalam menghadapi persoalan narkotika yang semakin rumit.
“Permasalahan narkotika tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja. Dibutuhkan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah, lembaga pemasyarakatan, dunia pendidikan, serta masyarakat. Kita harus bergandengan tangan karena persoalan yang kita hadapi cukup kompleks.”tegas nya.

Apresiasi terhadap pelaksanaan kerja sama juga disampaikan Wakil Ketua MUI Provinsi Lampung KH. H. Suryani. Ia menilai pelatihan Da’i bagi warga binaan harus dilakukan secara terukur, berkelanjutan, dan mudah dipahami agar memberikan manfaat nyata.
Menurutnya, perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif semata, tetapi harus diwujudkan dalam program dan kerja nyata.
“Edukasi harus disampaikan dengan cara yang mudah dicerna dan efisien. Pelatihan juga harus terukur, tidak asal-asalan, dan pembinaan harus terus berlangsung. Kami berharap PKS ini tidak hanya sebatas di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata dan memberikan manfaat bagi warga binaan.” harap nya.

KH. Suryani juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Jumadi yang dinilainya telah memberikan kemajuan dalam pelaksanaan pembinaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung.

Dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan turut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung Dr. M. Hilal, A. Md., IP., S.H., M.Si. Ia menilai berbagai program yang dilaksanakan Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.
“Kami memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program dan inovasi yang dilaksanakan oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung beserta jajaran. Pembinaan warga binaan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi, sinergi, dan dukungan dari seluruh stakeholder agar program pembinaan dapat berjalan secara maksimal dan memberikan hasil yang nyata.”tegas Kakanwil Ditjenpas Lampung.

Hilal menegaskan bahwa sinergi dengan APH, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, fasilitas kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam membangun sistem pemasyarakatan yang semakin humanis dan berorientasi pada keberhasilan reintegrasi sosial.
“Yang kita bangun hari ini bukan hanya kerja sama antarlembaga, tetapi sebuah ekosistem pembinaan. Ketika seluruh stakeholder bergerak bersama, warga binaan akan memperoleh lebih banyak kesempatan untuk memperbaiki diri, meningkatkan kapasitas, mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.”pungkas M. Hilal.

Menurut Hilal, keberhasilan pemasyarakatan tidak hanya diukur dari pelaksanaan pembinaan selama warga binaan berada di dalam Lapas, tetapi juga dari sejauh mana mereka mampu kembali menjadi bagian dari masyarakat dengan membawa perubahan positif.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Klinik Pratama Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung bersama para tamu undangan. Peresmian layanan tersebut menjadi bagian dari penguatan akses pelayanan kesehatan bagi warga binaan melalui dukungan dan sinergi dengan BPJS Kesehatan serta instansi terkait.

Kegiatan turut dihadiri sejumlah pejabat dan stakeholder, antara lain Kepala BNN Provinsi Lampung Brigjen Pol. Budi Wibowo, Dandim 0421/Lampung Selatan yang diwakili Danramil Tanjung Bintang, Wakil Ketua MUI Provinsi Lampung KH. H. Suryani, Polres Lampung Selatan yang diwakili Kapolsek Natar AKP Budi Seto Howo, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bandar Lampung Herman Indratmo, Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Devi Arminanto, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Raden Intan Lampung Dr. H. Mahmudin Bunyamin, Lc., M.A., Kaprodi S3 Hukum Keluarga Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung Prof. Dr. Hj. Linda Firdawaty, M.H., Kepala Puskesmas Karang Anyar Farida, S.K.M., M.Kes., serta Ketua Forum Silaturahmi Da’i Standarisasi MUI Lampung.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan khidmat. Momentum tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan pembinaan, pelayanan kesehatan, pendidikan keagamaan, serta persiapan reintegrasi sosial bagi warga binaan.

Melalui kerja sama yang semakin luas dan berkelanjutan, Lapas Narkotika Kelas IIA Bandar Lampung berkomitmen menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program di dalam Lapas, tetapi juga mampu memberikan bekal perubahan dan harapan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
Oleh: Andi Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *