Petugas Lapas Metro Gagalkan Penyelundupan 3 HP Lewat Ventilasi Dapur, Kalapas: Tak Ada Celah bagi Barang Terlarang
METRO, majalahglobal.com – Upaya penyelundupan barang terlarang ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Metro berhasil digagalkan petugas. Sebanyak tiga unit telepon genggam (HP) diamankan setelah diduga hendak dimasukkan ke dalam area lapas melalui ventilasi dapur kantor Lapas Metro, Senin (5/10/2026).
Pengungkapan tersebut bermula saat petugas melaksanakan kegiatan pemeriksaan dan pengawasan sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Metro.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan tiga unit HP yang diduga akan diselundupkan melalui jalur ventilasi dapur. Temuan itu kemudian langsung diamankan untuk dilakukan pemeriksaan, pendataan, serta penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
Pihak Lapas Metro selanjutnya melakukan penelusuran untuk mengungkap asal-usul barang, pihak yang diduga terlibat, serta modus dan jalur yang digunakan dalam upaya memasukkan HP tersebut ke dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Metro, Tetra Destorie, mengapresiasi kesigapan petugas yang berhasil mendeteksi dan menggagalkan upaya tersebut.
“Saya mengapresiasi kewaspadaan dan kesigapan petugas di lapangan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengawasan dan deteksi dini terus berjalan. Setiap celah yang berpotensi dimanfaatkan untuk memasukkan barang terlarang akan kami awasi dan tindak lanjuti,” tegas Tetra.
Menurutnya, Lapas Metro berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan bebas dari barang-barang terlarang, termasuk telepon genggam yang tidak diperbolehkan berada di dalam lapas.
“Kami tidak memberikan ruang bagi upaya memasukkan barang terlarang ke dalam lapas. Setiap temuan akan kami telusuri secara serius untuk mengetahui asal-usul dan pihak yang terlibat. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Tetra menegaskan bahwa keberadaan HP secara ilegal di dalam lapas dapat menimbulkan potensi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban apabila disalahgunakan. Karena itu, upaya pencegahan dan pengawasan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas petugas pemasyarakatan.
“HP yang berada di dalam lapas tanpa izin dapat berpotensi disalahgunakan. Karena itu, kami akan terus memperkuat pengawasan, meningkatkan kewaspadaan petugas, melakukan patroli, serta mengevaluasi titik-titik yang dinilai rawan,” kata Tetra.
Ia juga mengimbau masyarakat, termasuk keluarga Warga Binaan, agar tidak mencoba memasukkan barang-barang yang dilarang ke dalam lingkungan lapas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung terciptanya lapas yang aman dan kondusif. Jangan mencoba memasukkan barang terlarang karena pada akhirnya hal tersebut dapat merugikan Warga Binaan maupun keluarganya sendiri,” imbaunya.
Penggagalan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Metro dalam memperkuat deteksi dini serta menjaga keamanan dan ketertiban. Petugas juga terus melakukan evaluasi terhadap sejumlah titik yang berpotensi menjadi jalur masuk barang terlarang guna mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Oleh: Andi Raya
081272255678










