CFD Kabupaten Mojokerto Hadir dengan Konsep Ruang Publik Terpadu, Target Gerakkan Ekonomi dan Tarik Wisatawan

CFD Kabupaten Mojokerto Hadir dengan Konsep Ruang Publik Terpadu, Target Gerakkan Ekonomi dan Tarik Wisatawan
Kolase CFD Kabupaten Mojokerto
Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten Mojokerto secara resmi meluncurkan kegiatan Car Free Day atau CFD. Berbeda dari CFD di daerah lain yang fokus pada olahraga pagi, CFD Mojokerto dikemas dengan konsep “ruang publik terpadu” yang menyasar kesehatan, ekonomi kerakyatan, budaya, dan silaturahmi.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto Drs. Ardi Sepdianto, M.Si.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto di bawah pimpinan Drs. Ardi Sepdianto, M.Si dan dibuka langsung oleh Bupati Mojokerto, Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. CFD dijadwalkan akan digelar secara rutin 2 kali dalam sebulan.

 

“Konsep acara ini memang mungkin berbeda kalau dibandingkan dengan acara-acara CFD pada umumnya. Karena di acara CFD kali ini kita menyediakan ruang publik terpadu,” ujar Drs. Ardi Sepdianto, M.Si saat menyampaikan laporan di hadapan Bupati Al Barra, Minggu (30/8/2026) di Jalan RA Basuni, Sooko, Mojokerto.

Peresmian CFD Kabupaten Mojokerto

*Tiga Pilar Utama CFD Mojokerto*

 

*Pertama, kesehatan dan olahraga.* Pengunjung dapat menemukan tenant-tenant pelayanan kesehatan yang disediakan panitia. Selain itu, aktivitas senam bersama juga digelar untuk mengajak masyarakat hidup aktif di akhir pekan.

 

*Kedua, pemberdayaan UMKM.* Disbudporapar bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi, hingga Dinas Pendidikan untuk mewadahi pelaku UMKM binaan. Tidak hanya itu, UMKM dari tingkat desa juga turut dilibatkan.

 

“Kita juga mewadahi semua UMKM dalam binaan Disperindag maupun Dinas Koperasi dan juga UMKM desa,” lanjut Drs. Ardi Sepdianto, M.Si. Meski demikian, ia mengakui belum semua pelaku UMKM bisa tertampung karena keterbatasan tempat. Hal ini akan menjadi bahan evaluasi agar animo masyarakat ke depan dapat diakomodir lebih baik.

 

*Ketiga, pelestarian seni dan budaya.* Panggung CFD juga diisi dengan tampilan seni tradisional dan produk ekonomi kreatif. Menurut Kepala Disbudporapar, kombinasi ini diharapkan dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

 

“Harapan kita semua tentu saja ekonomi masyarakat di Kabupaten Mojokerto akan bergerak dan efek selanjutnya adalah pada peningkatan pendapatan asli daerah Kabupaten Mojokerto,” jelasnya.

 

*Lebih dari Olahraga: Jadi Ajang Silaturahmi dan Daya Tarik Wisata*

Bupati Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum.

Bupati Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum menegaskan motivasi utama CFD bukan hanya untuk berolahraga. Ada efek berantai atau multiplier effect yang diharapkan dapat dirasakan masyarakat.

 

“Motivasi dari kegiatan ini adalah satu, bukan hanya kita berolahraga. Masyarakat kita berolahraga tapi juga pada kegiatan ini selain berolahraga kemudian masyarakat kita bertemu dan bisa bersilaturahim,” ujarnya.

Bupati Mojokerto saat meninjau stand CFD Kabupaten Mojokerto

Bupati Al Barra juga melihat CFD sebagai etalase untuk memperkenalkan produk lokal dan menarik wisatawan.

 

“Kegiatan ini juga sekaligus kemudian memperkenalkan UMKM di Kabupaten Mojokerto, pelaku-pelaku UMKM sekaligus kemudian berwisata dan lain sebagainya. Kita berharap kegiatan ini bisa menarik para wisatawan untuk kemudian berkunjung di Kabupaten Mojokerto,” kata Bupati Al Barra.

 

*Akan Jadi Panggung Seniman dan Digelar Rutin 2 Kali Sebulan*

 

Ke depan, area CFD ditargetkan menjadi wahana bagi para seniman dan budayawan lokal untuk tampil.

 

“Ini nanti bukan hanya sekedar Car Free Day. Kemudian di sini juga menjadi wahana untuk meningkatkan para seniman untuk memperkenalkan seniman-seniman tampil di acara Car Free Day. Ya para budayawan, para seniman bisa tampil di ajang Car Free Day ini,” kata Bupati Al Barra.

 

Pelaksanaan CFD juga direncanakan rutin satu bulan dua kali. “Semoga kegiatan kita ini berjalan dengan lancar terus istiqamah dan bisa dilaksanakan seperti yang kita rencanakan yaitu satu bulan dua kali,” harapnya.

 

Peluncuran perdana ini sengaja dimulai pada bulan Agustus untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-81.

 

“Kegiatan ini juga kita rencanakan di awal ini di bulan Agustus dalam rangka untuk menghormati dan menyambut HUT RI yang ke delapan puluh satu. Di bulan Agustus ini ada kegiatan ini ada nilai perjuangannya. Dan kita berjuang untuk masyarakat Kabupaten Mojokerto,” ungkap Bupati Al Barra.

 

Menutup acara, Bupati Al Barra berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan.

 

“Ini ke depan pasti akan ada perbaikan-perbaikan berikutnya, penyempurnaan-penyempurnaan berikutnya agar kegiatan Car Free Day kita ini bisa meriah kemudian bisa menarik untuk pengunjung datang,” tegasnya.

 

“Semoga nanti akan bisa bertambah baik, bertambah bagus dan tentu saja akan membawa dampak positif bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto,” tutup Drs. Ardi Sepdianto, M.Si. (Jay/Adv)

Exit mobile version