Majalahglobal.com, Mojokerto – Tidak ada kata ajaib di balik trofi Juara 1 Penilaian Akuntabilitas Keuangan Desa se-Kecamatan Mojoanyar yang baru diraih Desa Sumberjati. Yang ada hanya disiplin, tepat waktu, dan kerja sesuai prosedur.
Hal itu ditegaskan Kepala Desa Sumberjati, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Indra Ari Kusuma, S.Pd., saat menerima penghargaan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026.
*Dinilai Langsung Kecamatan, Lihat Fisik dan Kelengkapan SPJ*
Lomba “Penilaian Akuntabilitas Keuangan Desa” bukan sekadar lomba administrasi di atas kertas. Penilaian dilakukan langsung oleh pihak kecamatan disertai monitoring dan evaluasi rutin.
“Kriteria yang dinilai itu ketepatan pelaporan keuangan, pelaksanaan dan kondisi real di lapangan dilihat fisiknya yang sudah diambil atau dikerjakan, kelengkapan SPJ,” jelas Kades Indra, Senin (17/8/2026) di Kantor Kecamatan Mojoanyar.
Artinya, tim penilai tidak hanya mengecek berkas. Mereka turun ke lapangan. Jalan yang dianggarkan sudah dicor atau belum. Dana yang dicairkan sudah dipertanggungjawabkan atau masih nunggak SPJ. Semua dicek satu per satu.
*Kunci Juara 1: Jalan Sesuai Prosedur dan Kompak*
Banyak desa punya program bagus. Tapi yang membuat Sumberjati unggul adalah konsistensi menjalankan aturan.
“Kuncinya kita jalankan sesuai prosedur yang ada serta setiap kegiatan yang sudah diambil uangnya, segera dikerjakan SPJ nya,” ungkap Indra.
Bagi Kades yang juga berprofesi sebagai pendidik ini, menunda SPJ sama dengan menunda kepercayaan publik. Begitu anggaran cair dan kegiatan selesai, laporan harus langsung dibereskan.
Faktor kedua adalah kekompakan tim. “Serta kekompakan perangkat desa yang membidangi untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan benar,” tambahnya.
Tidak ada satu orang yang kerja sendiri. Bendahara, Kaur Keuangan, Kasi, semua bergerak sesuai tupoksi masing-masing.
*”Tidak Ada yang Berat Kalau Punya Rasa Tanggung Jawab”*
Di piagam tertulis 3 kata kunci: ketertiban administrasi, transparansi, akuntabilitas. Banyak yang menganggap tiga hal ini berat. Tapi bagi Desa Sumberjati, justru sebaliknya.
“Tidak ada hal yang berat jika semuanya dikerjakan dengan rasa tanggung jawab serta dikerjakan sesuai dengan tupoksinya,” kata Indra mantap.
Menurutnya, kunci utamanya hanya dua: kedisiplinan dan ketepatan waktu dalam membuat laporan.
Transparansi diwujudkan lewat papan informasi dana desa dan keterbukaan saat musyawarah. Akuntabilitas dijaga lewat SPJ yang tidak pernah telat. Ketertiban administrasi lahir karena semua perangkat paham tugasnya.
“Kalau dari awal sudah disiplin, di akhir tidak akan menumpuk. Kerja jadi ringan,” ujarnya.
*Penghargaan untuk Warga*
Bagi Indra, piagam Juara 1 ini bukan milik kepala desa semata. Ini milik seluruh perangkat dan warga Sumberjati yang sudah mendukung keterbukaan anggaran.
“Ini bukti bahwa desa kecil pun bisa jadi contoh kalau mau tertib,” pungkasnya.
Dengan raihan ini, Desa Sumberjati diharapkan bisa menjadi rujukan bagi 12 desa lain di Kecamatan Mojoanyar untuk meningkatkan tata kelola keuangan yang bersih dan bisa dipertanggungjawabkan.
Tema HUT RI ke-81 “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” seakan menemukan bentuk nyatanya di tingkat desa: berdaulat mengelola keuangan sendiri, adil karena transparan, dan makmur karena tepat sasaran. (Jay/Adv)
