MPLS 2026 SMAN 3 Mojokerto: Kenal Budaya Sekolah, Tanam Pohon, dan Tes Bakat

MOJOKERTO – Sebanyak 318 pelajar baru SMAN 3 Kota Mojokerto memulai langkahnya di bangku SMA dengan cara yang berbeda. Tidak ada teriakan, tidak ada kegiatan yang menekan.

 

 

Selama 5 hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, mereka mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan mengusung tema MPLS Ramah.

 

Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala SMAN 3 Mojokerto, Silfi Ariani, Senin 13 Juli lalu. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa MPLS bukan ruang untuk perpeloncoan.

 

“MPLS ini kami jadikan sarana untuk memperkenalkan budaya sekolah, menumbuhkan kedisiplinan, dan menciptakan rasa aman serta nyaman bagi anak-anak baru,” ujarnya.

 

Pendekatan yang dipakai tahun ini memang berbeda. Materi tidak hanya disampaikan di dalam kelas. Siswa diajak berinteraksi langsung dengan pemateri dari luar.

 

Ada pembekalan pembentukan karakter dari Sekolah Polisi Negara Polda Jawa Timur. Ada juga sesi tentang bijak menggunakan media sosial yang disampaikan Komunitas Youtuber Mojokerto. Tidak ketinggalan, guru-guru SMAN 3 turut memberikan pemahaman tentang penerapan Kurikulum Merdeka.

 

Di luar materi, sekolah juga menanamkan pembiasaan sederhana namun berdampak besar. Setiap pagi siswa dilatih menerapkan budaya 5S: senyum, sapa, salam, sopan, dan santun. Selain itu mereka juga dibiasakan menjalankan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari penguatan karakter.

 

Bentuk kepedulian terhadap alam juga masuk dalam agenda. Peserta MPLS diajak turun langsung menanam pohon di area sekolah. Kegiatan ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang sedang digalakkan SMAN 3.

 

“Melalui menanam ini kami ingin anak-anak belajar tanggung jawab dan cinta lingkungan sejak dini,” kata Silfi.

 

Agar potensi siswa tergali sejak awal, pihak sekolah memperkenalkan 26 pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Mulai dari olahraga, seni, kerohanian, sampai bidang akademik dan sains. Tujuannya agar setiap siswa bisa menemukan wadah untuk berkembang sesuai minatnya.

 

Puncak rangkaian MPLS ditutup dengan kegiatan outbond. Lewat permainan kelompok, siswa dilatih kekompakan, komunikasi, dan kerja sama tim.

 

Menariknya, SMAN 3 juga melakukan tes diagnostik kepada seluruh siswa baru. Tes ini berfungsi untuk memetakan bakat, minat, dan karakter masing-masing anak.

 

“Dengan pemetaan ini kami bisa lebih tepat mendampingi dan mengarahkan siswa selama 3 tahun ke depan,” imbuh Silfi.

 

Ia berharap, melalui konsep MPLS Ramah ini, 318 siswa baru dapat lebih cepat beradaptasi, merasa memiliki sekolah, dan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat selama menempuh pendidikan di SMAN 3 Mojokerto. (Jay/Adv)

Exit mobile version