Dididik TNI Sejak Hari Pertama: Siswa Baru SMAN 1 Kutorejo Ditempa Disiplin Lewat MPLS

MOJOKERTO – Hari pertama masuk sekolah tidak diisi dengan perpeloncoan. Di SMAN 1 Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, 13 Juli 2025 justru diwarnai barisan rapi, suara komando, dan semangat nasionalisme.

 

 

Personel Koramil 0815/13 Kutorejo Kodim 0815/Mojokerto diterjunkan langsung menjadi instruktur dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS bagi seluruh siswa-siswi kelas X.

 

Bagi TNI, ini bukan sekadar apel pagi. Ini adalah cara membangun karakter anak bangsa sejak mereka pertama kali menginjakkan kaki di bangku SMA.

 

*Belajar Disiplin dari Lapangan, Bukan dari Teori*

 

MPLS tahun ini dipimpin langsung Kepala SMAN 1 Kutorejo, Slamet Hariadi, S.Pd. Dua personel Koramil 0815/13 Kutorejo didaulat menjadi pelatih.

 

Di lapangan sekolah, ratusan siswa baru tampak serius mengikuti instruksi. Mulai dari pembentukan barisan, latihan penghormatan, hingga gerakan dasar Peraturan Baris Berbaris atau PBB.

 

Danramil 0815/13 Kutorejo, Kapten Inf Khoirul Anam, menjelaskan keterlibatan TNI dalam MPLS adalah bentuk sinergi dengan dunia pendidikan.

 

“Melalui materi Peraturan Baris Berbaris, kami ingin menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kekompakan, serta rasa percaya diri kepada para siswa. Karakter yang kuat menjadi bekal penting bagi mereka dalam menempuh pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

 

*Bukan Sekadar Baris-Beris*

 

Kapten Khoirul menegaskan, tujuan kehadiran TNI bukan untuk membuat siswa takut. Justru sebaliknya, untuk membentuk pribadi yang tangguh dan berjiwa kebangsaan.

 

“Pelibatan personel TNI dalam MPLS bukan semata-mata mengajarkan gerakan baris-berbaris, tetapi juga memberikan pembelajaran tentang pentingnya menghargai aturan, membangun kerja sama, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan pelajar,” tambahnya.

 

Materi yang diberikan sangat teknis. Mulai dari sikap sempurna, sikap istirahat, lencang kanan dan kiri, lencang depan, penghormatan, hadap kanan dan kiri, serong kanan dan kiri, balik kanan, hingga jalan di tempat.

 

Namun penyampaiannya dibuat interaktif dan edukatif. Tujuannya agar siswa baru mudah memahami dan tidak merasa tertekan.

 

“Anak-anak mengikuti dengan antusias. Mereka belajar bahwa disiplin itu bukan hukuman, tapi fondasi,” kata salah satu guru pendamping.

 

*Cetak Generasi Berkarakter*

 

Di akhir kegiatan, Danramil berharap kolaborasi antara TNI dan sekolah bisa terus berlanjut. Menurutnya, tantangan ke depan semakin kompleks. Generasi muda harus dibekali lebih dari sekadar nilai akademik.

 

“Kami berharap kolaborasi antara TNI dan institusi pendidikan dapat terus terjalin sebagai upaya mencetak generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi,” pungkas Kapten Inf Khoirul Anam.

 

Dari lapangan SMAN 1 Kutorejo hari itu, terlihat jelas: membangun negeri dimulai dari meluruskan barisan.

 

(Jay)

Exit mobile version