mahkota555

Gema Berbaris Resmi Diluncurkan, Kemenag Lumajang Cetak Sejarah di Jawa Timur

Lumajang — Kabupaten Lumajang kembali mencetak sejarah dengan digelarnya Launching Gema Berbaris (Gerakan Madrasah Berbahasa Arab dan Inggris) Kementerian Agama di Pendopo Kabupaten Lumajang, pada Jumat (17/10/2025).

 

Gerakan ini menjadi yang pertama kali di Provinsi Jawa Timur, sekaligus menempatkan Lumajang sebagai pelopor dalam penguatan kemampuan Bahasa Arab dan Inggris di lingkungan madrasah.

 

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, Kabid Pendma Kanwil Kemenag Jatim, Dr. Sugiyo, M.Pd, Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, S.Ag., M.H, Kasi Pendma Kemenag Lumajang, Dr. Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag., M.Pd, serta Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar, M.Si.

 

Turut hadir pula para pengawas madrasah, kepala MAN, MTsN, dan MIN, serta kepala RA, MIS, MTsS, dan MAS di lingkungan Kankemenag Kabupaten Lumajang.

 

Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, S.Ag., M.H., yang dengan penuh semangat melaporkan pelaksanaan kegiatan Gema Berbaris.

 

“Kabupaten Lumajang merupakan pelopor dalam mengadakan pembiasaan berbahasa Arab dan Inggris melalui Gerakan Madrasah Berbahasa Arab dan Inggris. Semoga program ini menjadi inspirasi bagi daerah lain,” ujarnya.

 

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bupati Lumajang, Ir. Hj. Indah Amperawati Masdar, M.Si., yang memberikan apresiasi terhadap inovasi madrasah di bawah binaan Kemenag Lumajang.

 

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap gebrakan Gema Berbaris ini. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Lumajang,” katanya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, memberikan arahan agar Gema Berbaris tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak nyata di satuan pendidikan madrasah.

 

“Kabupaten Lumajang jangan hanya yang pertama kali mengawali saja, tapi juga harus menjadi yang pertama kali sukses dalam pelaksanaan program Gema Berbaris. Program ini harus dievaluasi secara jujur, diketahui apa kendalanya, dan harus ada target yang jelas,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kasi Pendma Kemenag Lumajang, Dr. Edi Nanang Sofyan Hadi, S.Ag., M.Pd, turut menyampaikan harapan agar gerakan ini membawa manfaat luas bagi seluruh lembaga pendidikan madrasah.

 

“Semoga program ini membawa manfaat bagi semua lembaga, baik RA, MI, MTs, maupun MA se-Kabupaten Lumajang,” ujarnya.

 

Peluncuran Gema Berbaris diharapkan menjadi momentum kebangkitan madrasah di Lumajang untuk semakin unggul dalam kompetensi bahasa asing dan siap bersaing di era global. (Atz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *