mahkota555

Dapat BK untuk Pembangunan Jalan, Kepala Desa Ngingasrembyong Berharap Tahun 2025 Dapat BK untuk Pembangunan Dam dan Rumah Pompa

Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngingasrembyong, Sooko, Mojokerto mendapatkan Bantuan Keuangan (BK) untuk pembangunan jalan rabat beton di Dusun Sanggrahan, Desa Ngingasrembyong.
Dapat BK untuk Pembangunan Jalan, Kepala Desa Ngingasrembyong Berharap Tahun 2025 Dapat BK untuk Pembangunan Dam dan Rumah Pompa
Jalan di Dusun Sanggrahan sudah mulus dan tidak berlumpur

Kepala Desa Ngingasrembyong, Kusdianto menerangkan, Alhamdulillah pada P-APBD 2024 ini Pemdes Ngingasrembyong mendapatkan BK senilai Rp 251 juta untuk pembangunan jalan rabat beton di Dusun Sanggrahan, Desa Ngingasrembyong.

 

“Volume jalan tersebut panjangnya 337 meter, lebar 4 meter, dan tebal 0,15 meter. Harapannya perekonomian masyarakat ini semakin meningkat karena memang jalan ini berupa jalan tanah. Jadi tiap musim penghujan itu, masyarakat selalu mengeluh saat melewati jalan tersebut karena banyak lumpur yang masuk ke kendaraan,” terang Kusdianto, Selasa (10/12/2024) di Kantor Kepala Desa Ngingasrembyong.

 

Alhamdulillah saat ini sebagian dari permasalahan jalan lumpur tersebut sudah bisa teratasi dengan telah selesainya pembangunan jalan rabat beton ini.

 

“Harapan kedepannya, dari RT 1 hingga RT 3 Dusun Sanggrahan juga bisa dirabat beton semua agar tidak ada jalan berlumpur lagi,” harap Kusdianto.

 

Disisi lain, ia menegaskan bahwa sejak ia kecil hingga saat ini berusia 50 tahun baru kali ini Desa Ngingasrembyong dilanda banjir.

 

“Biasanya yang dilanda banjir itu Desa Tempuran saja tidak sampai ke Desa Ngingasrembyong. Mungkin hal ini karena curah hujan terlalu tinggi dan resapan untuk menyerap air hujan juga semakin sempit karena kepadatan rumah penduduk. Sungai juga menyempit dan banyak tanaman enceng gondok yang menyumbat aliran air,” jelas Kusdianto.

 

Pihaknya berharap di tahun 2025 Desa Ngingasrembyong bisa mendapatkan BK untuk pembangunan rumah pompa dan dam untuk menutup aliran air yang berbatasan dengan Balongkrai.

 

“Dengan adanya rumah pompa maka genangan air bisa kita sedot dan kita buang ke sungai watudakon. Dalam waktu dekat, kami akan mengajukan proposal ke Bupati yang baru ini. Harapannya semoga usulan ini bisa diperhatikan agar tidak terjadi banjir lagi di Desa Ngingasrembyong,” pinta Kusdianto. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *