mahkota555

Pemdes Jasem Dukung Program Sehati dan Sejoli

Pemdes Jasem Dukung Program Sehati dan Sejoli
Bupati Mojokerto saat menyerahkan bantuan
Majalahglobal.com, Mojokerto – Pemerintah Desa (Pemdes) Jasem mendukung program Selasa Sehat Turunkan Stunting, AKB, dan AKI (SEHATI) dan Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri (SEJOLI) di Kantor Desa Jasem, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Pemdes Jasem Dukung Program Sehati dan Sejoli
Kades Jasem saat memberikan sambutan

Kepala Desa (Kades) Jasem, Imam Hanafi menerangkan, total ada 5300 warga Desa Jasem. Saat ini total 26 ibu hamil dimana 4 ibu hamil mengalami (Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan 12 ibu hamil mengalami resiko tinggi.

“Jumlah balita sampai Agustus tahun 2024 ini berjumlah 376 anak. Di tahun 2023 ada 4 anak stunting dan Alhamdulillah sampai tahun 2024 ini ada 1 anak saja yang mengalami stunting,” ungkap Imam Hanafi, Selasa (3/9/2024) di Kantor Desa Jasem.

Pemdes Jasem Dukung Program Sehati dan Sejoli
Puluhan warga Desa Jasem antusias mengikut Program Sehati dan Sejoli

Pihaknya telah memberikan bantuan dari desa berupa uang, susu, telur, jus, dan beberapa vitamin asupan gizi.

“Jumlah gizi kurang yang ada di Desa Jasem untuk anak-anak berjumlah 5 anak. Jumlah lansia Desa Jasem 560 orang, kemudian jumlah lansia aktif 364 orang,” terang Imam Hanafi.

Pemdes Jasem Dukung Program Sehati dan Sejoli
Bupati Mojokerto saat memberikan sambutan

Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menambahkan, ibu hamil yang mengalami KEK bisa dilihat dari lingkar lengan yang tidak lebih dari 23,5 cm. Sementara ibu hamil yang mengalami resiko tinggi jika sedang hamil diatas usia 35 tahun.

“Ibu hamil yang mengalami KEK tugasnya sekarang adalah makan tidur makan tidur hingga lingkar lengannya melebihi 23,5 cm. Kemudian untuk ibu hamil yang mengalami resiko tinggi tolong setelah melahirkan nanti langsung steril biar tidak terulang lagi hamil dengan resiko tinggi,” pesan Ikfina Fahmawati.

Bupati Ikfina mengungkapkan, bahwa penyebab utama terjadinya bayi stunting yaitu kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan otak bayi mengalami penurunan.

“Kalau anak balita ini stunting maka kecerdasan anaknya akan 20% dibawah standar. Karena proses pembentukan otaknya ini sampai usia 5 tahun. Jadi kita harus menjaga anak kita sampai usia tersebut,” jelas Ikfina.

Bupati Ikfina juga menjelaskan, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya lahir bayi stunting ialah menjaga dan mencukupi gizi ibu selama mengandung.

Selain itu, memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan kepada bayi yang baru lahir juga dapat mencegah terjadinya penyakit, mendukung perkembangan otak serta fisik, meningkatkan sistem imun, serta mengurangi risiko alergi dan penyakit kronis.

“Pada saat sudah melahirkan, anak juga harus mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan, jadi tidak boleh dicampuri makanan maupun minuman apapun. Kemudian diberi makanan pendamping ASI, jadi ASI diberikan dan diberi makanan pendamping ASI sampai umur 2 tahun,” terang Ikfina.

Lebih lanjut, terkait makanan pendamping ASI, orang nomor satu dilingkup Pemkab Mojokerto mengatakan, sebagai orang tua harus memberikan makanan yang kaya akan protein dan zat pembangun untuk mencegah terjadinya bayi stunting.

“Zat pembangun ini salah satu dari telur, ayam, ikan, daging, dan susu,” pungkas Ikfina.

Diterangkannya, kesehatan itu nikmat dari Allah. Tapi harus diikhtiarkan seperti rezeki. Datang ke posyandu untuk menjaga kesehatan.

“Selalu berikan gizi yang cukup dan anaknya yang kecil di sekolahkan PAUD dulu agar mendapatkan simulasi. Anaknya jangan sampai dipukul, dicubit. Berikan anak kasih sayang dan sering dipuji. Kemudian sering dibelai, dipeluk, digendong. Buat anak kita merasa disayang dan bangga terhadap orang tuanya agar anak kita menjadi percaya diri,” pesan Ikfina.

Sementara itu, terkait SEJOLI Bupati Ikfina juga meminta kepada seluruh lansia untuk selalu menjaga kesehatannya dan rutin untuk memeriksa kesehatannya.

“Saya minta tolong dijaga kesehatannya, dan yang penting mandiri, kemana mana itu bisa sendiri. Jangan lupa rutin periksa nanti ya, yang penting itu sehat dan mandiri,” ungkap Ikfina. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *