mahkota555

Camat Ngoro dan Bupati Ikfina Sosialisasikan Gerakan PKK Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana

Camat Ngoro dan Bupati Ikfina Sosialisasikan Gerakan PKK Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana
Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati saat memberikan sambutan
Majalahglobal.com, Mojokerto – Camat Ngoro dan Bupati Mojokerto mensosialisasikan gerakan PKK keluarga sehat, tanggap dan tangguh bencana bagi Ketua TP PKK Desa dan Kader Pokja IV Desa Se-Kecamatan Ngoro.

Bupati Mojokerto, dr. Hj. Ikfina Fahmawati, M.Si. menjelaskan, ada 9 pilot project gerakan PKK tanggap dan tangguh bencana. Mulai dari peduli stunting, menuju perilaku hidup bersih dan sehat, peduli kesehatan ibu dan anak, dan siaga kebakaran lingkungan.

“Selanjutnya harus tanggap dan tangguh bencana alam, peduli lingkungan, menuju keluarga sehat berkualitas, menuju keuangan sehat, dan mewujudkan keluarga sehat pasangan usia subur,” terang Bupati Ikfina, Selasa (9/7/2024) di Kantor Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Saat ini, Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro dilanda bencana kekeringan.

“Hal ini menjadi tantangan bagi PKK Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro untuk bisa memitigasi agar dampaknya tidak terlalu banyak,” pesan Bupati Ikfina.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Mojokerto dituntut harus bisa mengendalikan penduduk. Karena semakin banyak penduduk maka semakin bertambah masalah.

“Kita mengendalikan supaya seimbang. Sama seperti saya ambil pegawai saya sesuaikan dengan jumlah yang pensiun,” ungkap Ikfina.

Camat Ngoro, Satriyo Wahyu Utomo, S.I.P., M.Si. menambahkan, jadi yang hadir pada kegiatan PKK hari ini adalah Tim Penggerak PKK Desa dan Pokja IV Desa. Tema kegiatan hari ini adalah tanggap dan tangguh bencana.

“Harapannya bisa getuk tular menyampaikan informasi terkait pentingnya tanggap dan tangguh bencana khususnya yang berbasis keluarga. Karena bagaimanapun juga ketahanan nasional itu dimulai dari ketahanan keluarga. Keluarga berkualitas, negara juga berkualitas,” jelas Camat Ngoro.

Diterangkannya, solusi terkait kekeringan Kunjorowesi dan Manduro masih proses penyelesaian jangka panjang. Jadi dari tingkat Pemkab dan Pemprov sekarang masih terus berjalan koordinasinya.

“Untuk jangka pendeknya, Pemkab Mojokerto melalui BPBD, CSR dan organisasi lain terus melakukan dropping air bersih khususnya di Desa Kunjorowesi,” terang Camat Ngoro. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *