IPML Desak Bupati Halsel Tunda Penyerahan Bodi Viber DD Laluin Janji Politik 2024, Stop Pembiaraan Penyelewengan !!!

Rifand R. Hi. Basri
Rifand R. Hi. Basri

Halmahera Selatan, majalahglobal.com – Ikatan Pelajar Mahasiswa Laluin (lPML) Mendesak Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Provinsi Maluku Utara. Menunda peresmian penyerahan bodi Viber yang di anggarkan melalui Dana Desa (DD) Desa Laluin Kecamatan Kayoa Selatan Halsel, dengan tahun anggaran 2023.

Mantan Ketua Umum IPML 2018-2020, Rifandi R Hi Basri mendesak kepada bupati Halsel Hasan Ali Bassam Kasuba, agar menunda peresmian penyerahan Bodi Viber yang telah di jadwalkan di Desa Laluin pekan depan dapat memicu konflik antara warga Masyarakat disana.

Bagi saya, secara etik Bupati halmahera selatan seharusnya menunda peresmian bodi viber di desa laluin yang nantinya dapat memicuh kesalahpahaman sesama Warga. Kata Rifandi melalui pesan chat WhatsAAP, Selasa (12/12/2023).

Karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa bodi viber saat ini sedang bermasalah. Ada sekitar 21 unit bodi viber yang di jadikan alat politik tahun 2024 mendatang oleh kepala desa Laluin.

Baca Juga :  Pemerintah Desa Sum Salurkan BLT-DD,Gaji Dan Insentif Perangkat Desa Dan BPD

Sebagaimana pemberitaan yang viral akhir-akhir ini melalui media online menyebut Kades akan memberikan bodi viber kepada masyarakat desa posi-posi yang menjadi tim untuk memenangkan salah satu kandidatnya dari partai PKB di pileg 2024 mendatang.

Olehnya itu kata dia, apabila bupati meresmikan pembagian bodi viber berarti bupati hal-sel itu sendiri mendukung proses penyelewengan oleh kepala desa laluin,” Jelas Rifandi.

Selain itu Rifandi menegaskan, sepatutnya panwascam kayoa selatan bersama bawaslu harus segera mengambil langkah untuk menindaklanjuti dugaan politik jual beli suara yang di lakukan oleh kepala desa laluin.

Sambung ia, Karena telah jelas dalam undang-undang pemiluh menyebut bahwa kepala desa tidak bisa terlibat dalam politik praktis. apalagi setingkat Menggunakan kekuasaan untuk politik jual beli suara.

Baca Juga :  Kasus Penganiyaan Resmi Di Laporkan Polres Halmahera Selatan

Apabila hal tersebut tidak di indahkan maka dirinya tidak segan-segan melakukan aksi unjuk rasa secara besar-besaran di tingkat Desa dan dilanjutkan ke ibu/kota Kabupaten Halmahera Selatan,” Tegas Rifandi.

(Tim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *