Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Hasil Pertanian Di Kabupaten Aceh Timur

Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Hasil Pertanian Di Kabupaten Aceh Timur
Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Hasil Pertanian Di Kabupaten Aceh Timur

Aceh timur, majalahglobal.com – 26 November 2023 Kerja Sama Komisi IV DPR RI Dengan Kementerian Pertanian RI Melalui Badan Karantina Pertanian Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Di Kabupaten Aceh Timur, 26 November 2023

Penghormatan :

-Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Aceh II H. T.A. Khalid MM Yang Diwakii Oleh Azhar Mahmud, M. Sc.

Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Hasil Pertanian Di Kabupaten Aceh Timur
Bimtek Akselerasi Ekspor Komoditas Hasil Pertanian Di Kabupaten Aceh Timur

-BAPAK Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan RI Diwakili Oleh Ibu Sari Narulita Hadibuan, SP, M. SI DARI Balai Besar Karantina Pertanian Belawan

-Kepala Dinas Pangan Pertanian Kab Aceh Timur atau Yang Mewakili

-Tim dan Rombongan Barantan dan Balai Besar Karantina Belawan

– Para Tenaga Ahli DPR RI A-060 P

Gema Wahyu Ilahi : Ihsan
Doa : Ayah Manan

Sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah gencar mendorong ekspor melalui
komoditas unggulan daerah. Untuk mengakselerasi hal tersebut, telah dilakukan berbagai upaya untuk
menggali potensi terkait agribisnis dan hortikultura yang dapat disinergikan dengan program prioritas
Pemerintah dalam rangka mendorong ekspor.
Sebagai komoditas unggulan daerah, edamame mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian
Kabupaten aceh timur serta peningkatan devisa negara.

Permintaan edamame dari mancanegara sangat tinggi,
terutama dari negara Jepang, Laos, dan Amerika, akan tetapi saat ini masih belum bisa terpenuhi karena
keterbatasan bahan baku.

Dalam rangka mengakselerasi ekspor edamame, Deputi Bidang Pangan dan Agribisnis Kemenko
Perekonomian Musdhalifah Machmuh yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis
Hortikultura Yuli Sri Wilanti melakukan audiensi bersama serta kunjungan lapangan ke
kebun dan pabrik pengolahan edamame.
Pemerintah Kabupaten aceh timur (Pemkab)memberikan apresiasi terhadap program mendorong ekspor produk

Baca Juga :  MAN IC Aceh Timur Komitmen Bersama Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

hortikultura ,. “Pemkab Jember akan menyediakan lahan Pemkab untuk percepatan pelaksanaan
program tersebut dan akan memfasilitasi hal-hal yang dibutuhkan”, tutur Bupati Jember.

Pineng i edamame sangat digemari di negara Jepang karena karakteristik rasa dan bentuknya yang
lebih baik daripada negara kompetitor. Jepang sebagai negara tujuan ekspor sangat memperhatikan food
safety (keamanan pangan) di samping food quality (mutu pangan) sehingga traceability (ketelusuran) untuk
setiap pangan yang diedarkan menjadi persyaratan yang harus dipenuhi.

Ekspor edamame di aceh timur ditandai dengan pengiriman sebesar 21 ton ke pasar Jepang dilakukan oleh

PT
Austindo Nusantara Jaya melalui anak usahanya PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) pada akhir bulan
April yang lalu.

“Capaian ekspor edamame yang telah berjalan dengan baik ini, diharapkan dapat ditingkatkan setiap
tahunnya melalui kerja sama kemitraan yang telah dijalin antara PT GMIT dengan petani binaan dalam
bentuk KSO (Kerja Sama Operasional),” tutur Yuli.
Keuntungan yang diterima petani dalam model kerja sama ini diantaranya yaitu, sebesar 97% pemodalan
ditanggung PT GMIT, bantuan teknis budidaya edamame, dan hasil panen diserap seluruhnya oleh PT
GMIT.

Yuli berpesan dalam upaya memenuhi kebutuhan edamame di pasar domestik dan ekspor yang tinggi perlu
kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, petani edamame, dan GMIT. Juga diperlukan
ekosistem bisnis yang terintegrasi, sehingga dapat meningkatkan

Baca Juga :  Sebanyak 316 Warga Binaan di Lapas Kelas IIB Idi mendapatkan Remisi Hari Raya Idul Fitri

Namun sampai hari ini surat-menyuratnya belum selesai kendala karena hgu padahal kebijakan pemerintah Aceh bunyi kera itu sudah mati lagi punya dikembalikan kepada kami pihak rakyat khususnya yaitu pesantren-pesantren boleh mengelola sampai dengan 20 hektar hari ini belum ada surat-menyuratnya yang ketiga kurang tenaga untuk membimbing untuk penyuluhan pertanian .

walaupun ada hanya tenaga honorer yang mungkin kurang mendukung hari ini baru ada mungkin pengangkatan yang keempat mungkin jauh untuk maju kalau memang pihak pengelola pertanian hanya harus mundur karena kasus bermacam kasus yang terakhir saya pernah bertanya ke orang Bandung jawabannya adalah pemimpin-pemimpin yang ada di Aceh mereka berusaha di lu.

Zainal Abidin pjt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *