Pengeroyokan Fikaram Faisal Oleh Kades Bibinoi Cs Berbuntut Damai

Pengeroyokan Fikaram Faisal Oleh Kades Bibinoi Cs Berbuntut Damai
Pengeroyokan Fikaram Faisal Oleh Kades Bibinoi Cs Berbuntut Damai

Majalah global. Com Halsel –
Kejadian yang menimpa bakri alias iki alias fikram faisal Cs pada jumat malam tanggal 28 juli tahun 2023 pukul 22. 30 Wit di desa bibinoi kecamatan bacan timur tengah kabupaten halmahera selatan propinsi maluku utara berbuntut damai di polsek bacan timur, Senin (31/07/2023).

Pengeroyokan Fikaram Faisal Oleh Kades Bibinoi Cs Berbuntut Damai
Pengeroyokan Fikaram Faisal Oleh Kades Bibinoi Cs Berbuntut Damai

Kepala desa bibinoi Munir Kasuba di dampingi istri ( Surjana Piatu ) serta dua kaurnya yang terlibat dalam pengeroyokan serta penganiayaan yaitu Gazali Kasuba dan Fauzi Abdullah mendatangi polsek kecamatan bacan timur untuk memenuhi panggilan polisi, dan bukan kades bibinoi Cs saja yang memenuhi panggilan, akan tetapi juga bakri alias Iki alias Fikram juga di panggil.

Kedua belah pihak atas kehendak bersama tampa tekanan siapa pun beritikad baik untuk menyelesaikan permasalahan tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan yang terjadi di desa bibinoi pada hari jumat tanggal 28 juli 2023 pukul 22.30 dan di saksikan oleh para saksi dari kedua belah pihak sertah pihak polsek Kecamatan Bacan Timur.

Baca Juga :  PT. IWIP & PT. WSS Kalah Di PN Ternate Melawan 6 EX Karyawan

Kesepakatan damai kedua belah pihak ini berlangsung di kantor polsek Kecamatan Bacan Timur, Desa Babang.

Untuk itu wakil ketua lembaga swadaya masyarakat tameng perjuangan rakyat anti korupsi Sulfianto Mohdar mengatakan kepada media ini bahwa, kedepan nya sebagai pimpinan desa atau pemerintah desa jangan sewenang – wenang main hakim sendiri harus sabar menghadapi persoalan terutama di dalam desa nya sendiri,” ucap Sulfianto.

“Dan sebagai pimpinan desa harus bijak, kalau pun pelaku ataupun korban itu salah panggil secara baik – baik di kantor desa untuk di lakukan mediasi biar persoalan bisa terselesai dengan damai antara kedua belah pihak, ” tegas Sulfianto.

Tetapi kalau pemerintah desa brutal dan masyarakat juga brutal maka ujung – ujung nya saling lapor di polisi seperti sekarang ini,
Untuk itu saya juga berharap kepada kepala desa agar menerbitkan peraturan desa tentang pelarangan minuman keras di desa agar minuman keras jangan bebas masuk di desa.

Baca Juga :  Terkait Dugaan Pungli, Kepala Lapas Kelas III Labuha Sesalkan Pernyataan Sumber Informasi

LM. Tahapary

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *