Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung

Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung
Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung

Bangka Belitung, Majalah global.com -Pasca jumpa Pers yang dilakukan oleh PPK Pekerjaan Pembangunan Polman Babel bersama Jurnalis Asal Provinsi Babel, pakar Bangunan Fisik yang sekaligus merupakan salah satu konsultan asal Babel memberikan Tanggapan, Jumat (19/05/2023).

Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung
Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung

Hal ini setelah adanya beberapa poin yang disinyalir janggal disampaikan oleh PPK Prkerjaan Pembangunan Polman Babel M Subhan terutama temtang poin ke enam yang disampaikan yaitu Laporan Progresh Kegiatan Yang Selalu Disampaikan Kepada Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Setiap Minggunya.

Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung
Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung

Bagaimana laporan progresh Kegiatan, 5 minggu berlalu saja diduga tidak ada kegiatan bobot yang dicapai,” Ujar AR.

Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung
Klarifikasi pembangunan kampus Polman kepulauan Bangka Belitung

Pakar Pembangunan Fisik asal Babel ink pun menilai, bahwa sejatinya kontrak kegiatan kerja itu dimulai dari tanggal 13 April 2023.

Jika saya lihat, pelaksanaan kegiatan pembangunan gedung kuliah belum dilaksanakan sesuai kontrak tertanggal 13 April sesuai papan proyek.

Karena seharusnya Setelah tandatangan kontrak, Pelaksana Pekerjaan harusnya segera melakukan mobilisasi, memasukan material dan tenaga kerja. Bukan alasan proses persiapan Terus setelah jalan 1 bulan,” ucap AR.

Dirinya pun menimpali tentang kegiatan Clearing land yang sudah dikerjakan dan mengatakan itu bagian dari kegiatan.

Tentang Tahapan Clearing Land, pembuatan Direksi Kit, Pembuatan Camp Pekerja, WC sementara dan air Bersih, Tahapan ini memang kewajiban mereka untuk memenuhinya dan tidak termasuk dalam nilai item fisik bobot.

Begitupun Tentang Penjelasan bahwa saat ini sudah dalam tahap pengiriman material yang diperlukan dalam pekerjaan bor pile, seharusnya Bukan material lagi, Tapi alat berat berupa bor pile dan Tidak semestinya baru sekarang didatangkan,” lanjut AR.

Baca Juga :  Rapat Pleno PPK 6 Kecamatan Suara Tertinggi Diraih Pahlivi Syahrun dari Kader Gerindra

Dalam pentampaiannya, Pakar Pekerjaan Fisik Asal Babel ini pun menyampaikan, seharusnya Libur Cuti bersma tidak bisa dijadikan Alasan Untuk terlambatnya dimulai pekerjaan.

Seharusnya, Kalau sudah kontrak tidak bisa beralasan liburan atau cuti yang menjadi dampak. Karna kontrak itu berbunyi hitungan 240 hari kalender, karena itu sudah Resiko Berkontrak.

Jika perhitungan kontrak dimulai dari 13 April 2023, berarti sekarang sudah memasuki minggu ke 5 lewat 2 hari, jika melihat dari keadaa sekarang itu blm ada bobot fisik sama sekali.

Berarti kalu bobot Minggu 1 – 4 zonk. Berarti Berarti deviasi bobot diperkirakan -7% lebih Karna tidak ada bobot sama sekali dan terus laporan Progresh apa yang disampaikan oleh PPK ke kementrian Pendidikan dan kebudayaan setiap minggunya jika dalam 5 minggu ini tidak ada Progresh Bobot Sindir AR.

Ditambahkan AR, Kami bingung sebenarnya uang muka pekerjaan ini apakah sudah dicairkan, kenapa sampai saat ini tidak ada alat, pekerja maupun material dilokasi?

Dipenghujung Penyampaiannya, pakar pembangunan asal Babel ini pun meminta, agar PPK Pekerjaan harusnya bisa bersifat terbuka dan tidak memihak kepada Pelaksana Pekerjaan.

Baca Juga :  Sampai Saat Ini Tambang Timah Perairan Laut Penagan Masih Beraktivitas Tanpa Ada Tindakan Tegas Dari Aparat Penegak Hukum

Seharusnya PPK itu mengawasi aktftas yang dilakukan oleh pelaksana, jika memang tidak sesuai tegor, bukan malah menutupi dan memberikan penjelasan seolah pekerjaan ini sudah berjalan.

Kami sebagai warga masyarakat berharap agar kejadian seperti Pembangunan BLK Riau yang dilaksanakam oleh PT Pulau Bintan Bestari (PBB) tahun 2022 lalu dimana pekerjaan tersebut Diduga mangkrak dan tidak selesai dan semoga ini tidak terulang dan terjadi di pembangunan Gedung kuliah Polman Babel,” tandas AR.

Demi keberimbangan berita, team media pun kembali mengkonfirmasi kepada PPK Polman Babel M Subhan tentang adanya kegiatan konferensi Pers yang diduga untuk melindungi dan mencarikan alasan untuk keterlambatan Action/Pelaksanaan Pekerjaan pembagunan Polman Babel, namun sayang upaya konfirmasi ini belum membuahkan hasil dan akan terus diupayakan.(citra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *