mahkota555

Ning Ita Safari Ramadan di Musala Al Ikhlas dan At Taubah

Ning Ita Safari Ramadan di Lingkungan Jayeng Prajurit Kulon, Berikan Dana Hibah Rp 50 Juta
Ketua Takmir Musala Al Ikhlas saat menerima bantuan dana hibah Rp 50 Juta dari Wali Kota Mojokerto
Majalahglobal.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto, Hj. Ika Puspitasari, S.E. mengadakan safari ramadan salat ashar berjamaah di Musala Al Ikhlas, Lingkungan Jayeng, RT 01 RW 02, Kelurahan/Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

 

Ketua Takmir Musala Al Ikhlas, Mahmud mengucapkan beribu terima kasih atas bantuan dana hibah sebesar Rp 50 juta yang telah diberikan Ibu Wali Kota Mojokerto.

 

“Insha Allah dana hibah tersebut akan digunakan untuk renovasi atap, kanopi dan resapan pembuangan yang rencananya akan dialirkan ke selokan,” ungkap Mahmud, Rabu (29/3/2023).

 

Disebutkannya, semoga bantuan tersebut bisa menjadi manfaat untuk lingkungan dan musala ini.

 

“Kami hanya bisa mengucapkan terima kasih. Semoga ibu Wali Kota dan jajaran diberikan kesehatan dan dilindungi Allah serta dilancarkan rezekinya,” harap Mahmud.

 

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto menyebutkan, agenda safari ramadan adalah agenda rutin bagi dirinya sejak tahun 2019 hingga tahun 2023.

 

“Setiap ramadan saya bersafari seperti ini. Ini baru pertama kalinya saya safari ramadan di Musala Al Ikhlas. Alhamdulillah dalam kesempatan ini saya bisa memberikan bantuan dana hibah Rp 50 juta untuk Musala Al Ikhlas,” terang Ning Ita sapaan karib Wali Kota Mojokerto.

 

Dikatakannya, total ada 230 tempat ibadah dan TPQ yang telah menerima hibah dengan total anggaran Rp 47 miliar. Hal ini dilaksanakan dalam rangka memberikan kenyamanan dan keamanan tempat ibadah dan TPQ.

 

“Harapannya kalau tempat ibadah dan TPQnya bagus, jamaahnya semakin banyak. Selain itu, saya juga ingin melihat secara langsung bagaimana kondisi di masing-masing lingkungan,” pesan Ning Ita.

 

Disebutkannya, selain biaya pendidikan gratis bagi murid SD hingga SMP Negeri, ada juga beasiswa untuk murid SMA Negeri dan Mahasiswa.

 

“Harapannya, dengan begitu Kota Mojokerto punya indeks pembangunan manusia yang tinggi. Makanya di tahun 2019 hingga tahun 2022 sudah ada 600 Mahasiswa Kota Mojokerto yang mendapatkan beasiswa,” terang Ning Ita.

 

Ning Ita menjelaskan, jadi beasiswa ini diberikan kepada seseorang yang prestasi akademisnya baik. Ikuti Instagram Ning Ita atau Humas Kota Mojokerto, biasanya pengumuman persyaratannya menjelang tahun ajaran baru.

 

“Beasiswa per semesternya sebesar Rp 3,6 juta dan bisa terus mengajukan beasiswa hingga wisuda. Syaratnya IPKnya harus baik ya,” papar Ning Ita.

Ning Ita Safari Ramadan di Musala Al Ikhlas dan At Taubah
Ning Ita saat memberikan dana hibah Rp 30 Juta untuk Musala At Taubah

Sebelumnya, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam Safari Ramadhan Salat Subuh berjamaah di Musala At Taubah di Prajuritkulon Gang VII, Kelurahan Prajuritkulon, Kecamatan Prajuritkulon mengedukasi masyarakat tentang Penyakit Tidak Menular. Dimana PTM seperti diabetes, kolesterol dan tekanan darah tinggi terjadi karena pola makan yang tidak sehat.

 

“Penyakit gula darah, kolesterol darah tinggi semua itu bukan dari virus, bukan dari bakteri. Penyakit itu dari pola makan. Kalau bisa menahan hawa nafsunya, tidak makan yang aneh-aneh ya sehat, tapi kalau tidak ya tiga penyakit tadi,” tutur Ning Ita.

 

Lebih lanjut untuk mencegah terjangkitnya PTM Ning Ita mengimbau agar warga menjaga pola makan dan menugaskan Tim Prameswari untuk melakukan pengecekan kesehatan. “Monggo dijogo dhahare kersane sehat mboten ngantos dhateng rumah sakit. Kami juga menugaskan mbak-mbak prameswari untuk datang kerumah melakukan pengecekan gula, kolesterol dan tekanan darah,” jelas Ning Ita.

 

Ia menambahkan bahwa untuk percepatan penurunan stunting salah satu program yang telah diterapkan adalah Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting).

 

“Program Dashat memberikan makanan sehat ke rumah anak-anak yang stunting sehari 3 kali. Dan alhamdulillah dari 600 ratus lebih balita stunting saat ini hanya tinggal 151 balita. Targetnya dalam dua tahun Kota Mojokerto sudah bebas stunting,” ungkap Ning Ita.

 

Kepada para jamaah salat subuh sekaligus para kader kesehatan Ning Ita mengimbau agar secara intens menurunkan stunting. “Di Prajuritkulon balita stunting ada sembilan anak. Ini terus didorong untuk datang ke posyandu secara rutin dan terus dipantau pola asuhnya,” pesan Ning Ita. (Jay/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *